Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Sidoarjo. Hal ini setelah UTD PMI Sidoarjo bekerjasama dengan YPM 8 Sidoarjo menggelar donor darah di sekolah SMK Favorit di Sidoarjo yang ada di JL Raya Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Sabtu (06/11/2021).
Acara donor darah dalam rangka Bhakti Sosial (Baksos) dan menumbuhkan jiwa semangat kemanusiaan itu, tidak hanya diikuti kalangan guru dan staf. Akan tetapi juga diikuti para siswa dan siswi SMK YPM 8. Selain itu, juga diikuti sejumlah peserta donor dari lembaga sekolah lain, warga sekitar sekolah dan para wali murid siswa.
"Donor darah ini dalam rangka bakti sosial dan membangkitkan jiwa kemanusiaan. Apalagi selama ini stok darah di Sidoarjo selalu kurang. Tujuan kami memberi pelajaran agar bisa menggerakkan hati para siswa dan siswi SMK YPM 8 Sidoarjo agar mampu dan mau membantu sesama yang membutuhkan," ujar Ketua Pelaksana Donor Darah, M Hadi Irsyad kepada republikjatim.com, Sabtu (06/11/2021) di sela aksi donor darah.
Selain itu, Hadi yang juga pengajar mata pelajaran Agama ini memaparkan jika selama ini pihaknya hampir setiap setahun sekali menghadirkan UTD PMI Sidoarjo ke SMK YPM 8 Sidoarjo. Namun selama adanya pandemi Covid-19, pihaknya baru bisa melaksanakan donor darah kali ini. Sedangkan selama hampir 2 tahun pandemi Covid-19 sempat terhenti.
"Kegiatan donor ini rutin setiap tahun. Minimal bisa mendapatkan 50 kantong darah. Tapi, kami yakin hari ini karena antusias siswa cukup tinggi bisa mengantongi 100 kantong darah. Baik darah jenis O maupun lainnya. Karena yang banyak dibutuhkan bukan darah O tapi darah jenis AB, B atau lainnya," imbuhnya.
Hadi menjelaskan semua peserta donor darah sebelum diambil darahnya bakal mengikuti tahapan screening. Mulai cek tekanan darah dan pertanyaan soal sejumlah penyakit yang diderita termasuk tiga hari sebelum donor mengkonsumsi obat-obatan apa saja.
"Semua peserta harus screening sebelum diambil darahnya. Kalau lolos screening baru diambil darahnya. Saat screening yang usia tua masalah dan kendalanya adalah tekanan darah terlalu rendah dan terlalu tinggi. Itu yang menjadi masalah sehingga sebagian peserta tidak lolos screening," tegasnya.
Sementara salah seorang peserta vaksin, Indun Putriana warga Perum Bhayangkara Urangagung, Kecamatan Sidoarjo mengakui sudah sering ikut donor darah. Perempuan 41 ini ini sejak masih duduk di bangku SMK kerap mengikuti donor darah.
"Karena donor darah menyehatkan bagi tubuh saya. Makanya, saat ada informasi donor di sekolah anak saya (Monracova) langsung saya ikut datang dan mendonor di SMK YPM 8 Sidoarjo ini," tandas wali murid siswa kelas 12 jurusan MM SMK YPM 8 Sidoarjo ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi