Tiru Jejak Kesuksesan Airlangga, Gus Muhdlor Ajak Guru SD dan MI Ajarkan Sejarah Sidoarjo

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SEJARAH - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat memberi materi pentingnya sejarah pada acara Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kelompok Kerja Guru Gugus 1,2 dan 3 se Kecamatan Sukodono, Sabtu (09/10/2021).
SEJARAH - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat memberi materi pentingnya sejarah pada acara Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kelompok Kerja Guru Gugus 1,2 dan 3 se Kecamatan Sukodono, Sabtu (09/10/2021).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menceritakan kesuksesan dan kebaikan para pendahulu merupakan salah satu cara menanamkan rasa bangga dan percaya diri pada generasi muda. Seperti halnya mengajarkan tentang sejarah Kerajaan Kahuripan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Jenggala yang kemudian hari wilayah itu dikenal dengan nama Sidoarjo.

Pengetahuan sejarah ini menurut Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) penting disampaikan kepada anak-anak sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ataupun Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tujuannya, agar mereka nanti dapat mengambil pelajaran dari nilai-nilai kebaikan dan kesuksesan dari para pendahulunya.

"Sejarah Sidoarjo tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Oleh karena itu, kita harus bangga menjadi warga Sidoarjo. Di wilayah ini pernah berdiri Kerajaan Jenggala yang tersohor," ujar Gus Muhdlor saat memberi materi acara Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kelompok Kerja Guru Gugus 1,2 dan 3 se Kecamatan Sukodono, Sabtu (09/10/2021).

Selain itu, kata Gus Muhdlor memberi pengetahuan sejarah dapat menumbuhkan rasa memiliki dan rasa bangga terhadap daerah asalnya.

"Harapannya, jangan sampai orang Sidoarjo tidak mengetahui tentang sejarah Sidoarjo sendiri," pintahnya.

Sebelum adanya kerajaan Jenggala, pada abad ke 9 atau Tahun 1009 Masehi berdiri Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Raja bernama Airlangga. Banyak peninggalan Airlangga yang ada di wilayah Sidoarjo. Salah satunya adalah Sungai. Hingga kini sungai-sungai itu masih bisa dimanfaatkan masyarakat. Jumlah sungai yang dibuat raja yang bergelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa totalnya ada 23 sungai.

"Sungai-sungai itu fungsinya untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Karena saat itu daerah ini dikenal subur dan penduduknya makmur. Sekarang sungai-sungai itu banyak yang tidak terawat dan dipenuhi sampah. Padahal, tidak ikut membuat tinggal menjaga saja rasanya berat. Ini pentingnya kita mengetahui sejarah. Oleh karena itu, siswa mulai SD/MI harus mendapat pengetahuan tentang sejarah Sidoarjo," tegas Alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Gus Muhdlor juga mendorong kepada para guru agar meningkatkan kapasitas dan pengetahuannya. Perkembangan yang dinamis dan serba cepat menuntut seorang pendidik mengembangkan wawasannya.

"Kami mengingatkan di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini salah tugas penting dari seorang guru adalah memperkuat karakter anak didik dengan mengajarkan pengetahuan sejarah," jelasnya.

Bupati Sidoarjo yang juga memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan di Pesantren Progresif Bumi Shalawat Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo ini berpesan agar para guru SD mulai sekarang bisa merencanakan pembelajaran sejarah tentang asal-usul Sidoarjo.

"Karena untuk menjadi orang sukses kita harus memiliki panutan (contoh). Termasuk mencontoh kesuksesan para pendahulu (Raja Airlangga)," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Mantan Plt Bupati Sidoarjo Hudiyono Beri Perlawanan Hukum Lewat Banding

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 19:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak akhir persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pendidikan Jawa Timur menuai ketegangan. Mantan Plt Bupati…

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Perkuat Literasi Perpajakan, Kanwil DJP Jatim II Gandeng Insan Media Sikapi Isu Terkini Lewat Media Gathering 2026

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 16:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur (Jatim) II menggelar kegiatan Media Gathering dan Media…

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Adu Taktik di Atas Rumput Sintetis, PWI Sidoarjo Asah Kekompakan, Sapma PP Tatap Masa Depan Siapkan Regenerasi

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 09:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Si kulit bundar kembali menunjukkan sihirnya sebagai pemersatu. Di bawah hangatnya sorot lampu Lapangan Mini Soccer Ben's Arena,…

Jaga dari Isu Kerusuhan, Forkopimda Jatim Bersatu Tangkal Hoaks dan Polarisasi Digital di Medsos

Jaga dari Isu Kerusuhan, Forkopimda Jatim Bersatu Tangkal Hoaks dan Polarisasi Digital di Medsos

Selasa, 04 Agu 2026 09:18 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 09:18 WIB

Surabaya (republikjatim.com) - Di tengah derasnya arus disinformasi dan konten provokatif yang beredar di ruang digital, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah…

Perkuat Sinergi Keumatan, Bupati Subandi Silaturahmi PD Muhammadiyah Boyong Pejabat Pemkab Sidoarjo

Perkuat Sinergi Keumatan, Bupati Subandi Silaturahmi PD Muhammadiyah Boyong Pejabat Pemkab Sidoarjo

Senin, 03 Agu 2026 23:08 WIB

Senin, 03 Agu 2026 23:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Kompleks Perguruan…

Atasi Penumpukan Sampah di Sungai Sukodono, Wabup Sidoarjo Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Bangun TPS3R

Atasi Penumpukan Sampah di Sungai Sukodono, Wabup Sidoarjo Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Bangun TPS3R

Senin, 03 Agu 2026 19:25 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pembersihan berkala rupanya belum cukup untuk menyudahi persoalan tumpukan sampah di aliran sungai Kecamatan Sukodono.…