Ponorogo (republikjatim.com) - Puluhan sopir angkutan umum Ngrayun (Ponorogo) - Jajar (Trenggalek) bergotong-royong memperbaiki JL Raya Ponorogo - Trenggalek di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo yang kondisinya rusak para. Pembelian bahan bakunya berasal dari uang hasil urunan (iuran) para sopir.
Puluhan sopir ini menilai rusaknya jalan sangat membahayakan bagi pengguna jalan termasuk kendaraan mereka kerusakan kendaraan. Karena itu, perbaikan jalan menjadi keharusan. Apalagi, Pemkab Ponorogo tak menghiraukan kerusakan jalan alternatif antar kabupaten itu.
"Kondisi akses jalur penghubung antar kecamatan yang rusak parah, membuat puluhan warga dan sopir tergugah hatinya memperbaiki jalan ini. Meskipun dengan modal nekat urunan, mereka langsung bergerak swadaya dengan tenaga gotong-royong menambal jalan yang berlubang," ujar Kepala Desa Selur Suprapto kepada republikjatim.com, Senin (28/06/2021).
Suprapto menjelaskan sudah lama kondisi jalan rusak parah itu dibiarkan Pemkab Ponorogo. Bahkan, sudah banyak aspal yang mengelupas. Kondisi ini dikhawatirkan jika tidak segera diperbaiki dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bagi pengguna jalan beraspal itu.
"Selain rusak parah, kondisi jalan naik turun dan menikung. Terutama di jalur Selur-Jajar di Dusun Krajan, Desa Selur. Jalan ini merupakan akses ke Kabupaten Trenggalek (Desa Jajar Kecamatan Pule) yang melintasi Ngrayun. Karena itu, warga bersama Persatuan Sopir Pinggiran (PERSOPI) patungan (urunan) memperbaiki jalan rusak ini," tegasnya.
Bagi Suprapto jalan rusak itu jika tidak segera diperbaiki kondisinya bakal rusak semakin parah. Apalagi, jalan itu merupakan jalur vital. Maka dari itu, pihaknya bersama warga berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Pemkab Ponorogo dan instansi terkait lain agar segera memperbaiki jalan itu.
"Kalau jalan segera diperbaiki, akses jalur penghubung ini meningkatkan mobilitas dan roda perekonomian bagi masyarakat setempat," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi