Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo menjadi desa pertama kali dari 23 desa se kecamatan yang sukses merampungkan pemutakhiran data desa berbasis SDGs (Sustainable Development Goals) desa. Bahkan mereka mampu menyelesaikan tugas itu, sebelum 1 Juni 2021.
Sebelumnya, Kementerian Desa (Kemendes) menjanjikan Desa, Kecamatan dan Kabupaten/Kota yang menyelesaikan pemutakhiran data sebelum 1 Juni 2021 bakal mendapatkan Penghargaan Utama (reward) dari Kemendes PDTT. Hal itu menjadi pelecut bagi Pemdes Wonoayu membentuk tim relawan pokja pendataan SDGs Desa. Mulai dari sosialisasi pembentukan relawan pokja pendataan, penyerahan daftar nama, permintaan user name dan password, bimtek dan instal aplikasi SDGs, pembagian tugas tim pendata dan penyiapan data awal sejak 1 Maret 2021 lalu.
"Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan pemutakhiran data SDGs sebelum waktunya berakhir 1 Juni 2021," ujar Kades Wonoayu, Supriyadi kepada republikjatim.com, Sabtu (29/05/2021) sore.
Supriyadi mengakui penyelesaian itu semua berkat dukungan dan kerja keras semua pihak. Terutama dukungan pihak kecamatan dan pendamping lokal desa. Begitu juga dengan kerja keras para relawan dan para ketua RW dan RT serta sejumlah pihak lainnya.
"Karena kekompakan dan semangat kerja keras semua bisa diselesaikan," imbuhnya.
Tim relawan Pokja SDGs Desa, Nur Kholilah mengakui dalam pendataan pemutakhiran data berbasis SDGs Desa sangat melelahkan. Tetapi pihaknya harus tetap semangat dan militan agar pemutakhiran data dapat terselesaikan sebelum waktunya.
"Lelahnya mengasyikkan. Sekarang sudah terbayar walaupun terkadang dalam pemutakhiran pendataan data berbasis SDGs Desa di rumah warga rumahnya tidak ada dan harus mengulang kembali," katanya.
Nur Kholilah menguraikan untuk total keseluruhan yang data masuk berbasis SDGs Desa Wonoayu sekitar 4.000. Pihaknya sendiri sudah mensurvei 700 orang. Karena Pendamping Ahli Kabupaten Sidoarjo, Saichu menjelaskan bakal ada Penghargaan Utama dari Menteri Desa untuk desa yang bisa merampungkan entri data berbasis SDGs Desa sebelum deadline 1 Juni 2021, dirinya menagih janji itu.
"Kami menagih janji itu. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi dapat Penghargaan Utama. Karena pemutakhiran data SDGs Desa bisa selesai cepat mengalahkan 23 desa di Wonoayu. Terima kasih atas kepedulian dalam memberikan iming-iming penghargaan hingga tim relawan pokja pendataan SDGs Desa bisa semangat," ungkapnya.
Sementara Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Wonoayu, Anita mengakui kecepatan penyelesaian ini berkat kerja sama semua pihak. Termasuk Desa Wonoayu yang didampinginya itu.
"Karena tim relawan pokja pendataan SDGs Desa berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan sesuai deadline yang diberikan Gus Menteri Desa sebelum 1 Juni 2021 itu," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi