Sidoarjo (republikjatim.com) - Puasa bulan Ramadhan 1442 Hijriyah bagi ummat muslim dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Namun kali ini ada yang berbeda, karena adanya pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Sebut saja di Kecamatan Tarik misalnya. Pelaksanaan vaksinasi masih terus berlangsung selama Ramadhan. Salah satunya, dilakukan di Pendopo Desa Balongmacekan.
"kali ini pelaksanaan vaksin berlangsung selama 2 hari. Jumat kemarin dan hari ini. Vaksinasi kali ini sasarannya bagi lansia dan petugas pelayanan publik," ujar Kades Balongmacekan, Sukisno kepada republikjatim.com, Sabtu (17/04/2021).
Kepala Puskesmas Tarik, dr Maulana Mochamad Fathir menjelaskan sebelum divaksin para peserta akan dicek terlebih dahulu. Mulai dicek suhu badan memakai thermogan, ditensi tekanan darah hingga kemudian ditanya tentang riwayat penyakitnya. Jika suhu badannya lebih tinggi 37,5 derajat selsius atau tekanan darah tinggi para peserta vaksin ditunda sampai normal.
"Untuk riwayat penyakit para peserta vaksinasi kesatu atau pertama kali, kalau memiliki riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak dan biduran seluruh badan, maka tindaklanjutnya, vaksinasi diberikan di rumah sakit," ungkapnya.
Selain itu, kata Maulana, para peserta vaksin jika sedang hamil, mengidap penyakit seperti asma dan lupus atau bahkan sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun dan penerima produk darah (transfusi). Selain itu, sedang mendapat pengobatan kemoterapi dan memiliki penyakit jantung berat dalam keadaan sesak, maka para peserta vaksin akan ditunda dulu menunggu rujukan.
"Di Kecamatan Tarik yang terpapar Covid-19 paling rendah. Hanya 168 orang yang terkena penyakit Covid-19. Harapannya dengan vaksin sudah tidak ada lagi yang terpapar Covid-19," pintahnya.
Sedangkan untuk vaksinasi sudah digelar di beberapa desa. Diantaranya, Desa Klantingsari, Singogalih, Mliriprowo, Segodobancang, Balongmacekan dan Desa Kalimati. Sasarannya petugas layanan publik serta para takmir masjid dan imam salat tarawih.
"Kami sudah melaksanakan semua sebelum bulan puasa. Target kamu bukan 100 persen tapi 70 persen. Jadi harapannya yang 30 persen itu nanti secara pasif terlindungi," pungkasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi