Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP) Ansor Sidoarjo meminta aparat penegak hukum bertindak tegas. Terutama saat mengetahui adanya kelompok aliran menyimpang yang ada di Sidoarjo.
Upaya itu dianggap sebagai langkah kongkrit untuk meminimalisir aksi terorisme di wilayah Sidoarjo. Desakan itu, sekaligus agar aksi teror bom di Makassar dan teror di Mabes Polri tidak terulang lagi.
"Aparat Penegak Hukum (APH) harus berani mengambil langkah tegas saat menemui perkumpulan kajian yang terindikasi sebagai kumpulan paham ekstrimisme. Misalnya, kepolisian seharusnya tidak segan-segan menindak tegas aliran-aliran yang sudah menyimpang dari Ideologi Pancasila (negara). Karena bisa berdampak perpecahan dan aksi terorisme yang belakang ini semakin marak," ujar Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Rizza Ali Faizin usai Pelantikan PC GP Ansor Sidoarjo masa khitmad 2020 - 2024 di Fave Hotel, Sidoarjo, Jumat (02/04/2021) sore.
Rizza menilai sejumlah aliran menyimpang dibiarkan, bisa jadi keberadaan aliran ekstrimisme yang menyimpang dari ideologi NKRI itu menjadi virus bagi para kalangan para pemuda. Apalagi, para pemuda sebagai pemegang tonggak perubahan memiliki peranan penting dalam membawa negara ini ke arah yang lebih baik lagi.
"Contohnya saja, kasus (teror) di Mabes Polri kemarin. Pelakunya masih tergolong pemuda dan tergolong orang yang memiliki kemampuan intelektual yang baik. Tapi karena mengikuti pengajian atau ajaran yang salah, akhirnya nekad melaksanakan teror itu," ungkapnya.
Rizza yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo ini menegaskan jika pihaknya juga berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan Sidoarjo dari gerakan-gerakan ekstrimisme dan radikalisme. Caranya dengan banyak melakukan kegiatan positif agar para pemuda di Sidoarjo tidak terjerat dalam ajaran aliran sesat dan cenderung menyimpang.
"Kami bakal terus bergerak. Bahkan beberapa kali kami sempat membubarkan sebuah perkumpulan karena di dalamnya diisi Da'i (penceramah) yang mengajarkan ajaran-ajaran mengarah ke ekstrimisme," tegasnya.
Sementara kata anggota Komisi B DPRD Sidoarjo ini, pihaknya berharap Polresta Sidoarjo juga bisa lebih meningkatkan kewaspadaannya bersama jajarannya.
"Terutama soal ajaran-ajaran keluar dari ideologi negara. Khususnya ajaran yang menyimpang dari Islam Rahmatal Lil Alamin," pungkasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi