Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo terpaksa membersihkan Taman dan Monumen Pancasila yang ada di Jl Raya Jati, Kecamatan Sidoarjo. Pembersihan monumen tepat di pintu Exit Tol Sidoarjo itu, lantaran DLHK Pemkab Sidoarjo tak bisa memanfaatkan anggaran revitalisasi.
Hal ini, karena anggaran direfokusing untuk penanganan Covid-19. Dampaknya DLHK Pemkab Sidoarjo hanya memanfaatkan anggaran pemeliharaan rutin saja.
"Pembersihan Monumen Pancasila ini agar tetap tampak terawat dan bersih. Apalagi di tengah musim hujan, rumput liar menumbuhi sekitar monumen. Termasuk di dalam kolam yang mengitari monumen. Sekarang kami bersihkan rumput liar itu agar tidak terlihat kumuh," ujar Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan kepada republikjatim.com, Kamis (01/04/2021).
Sigit mengaku pihaknya sebenarnya sudah merencanakan perbaikan melalui program revitalisasi Monumen Pancasila sejak Tahun 2019 kemarin. Pihaknya sudah merencanakan revitalisasi agar bisa tampil lebih indah, eksotik dan bisa menjadi ikon Sidoarjo.
"Rencana kami sudah disiapkan perencanaan teknis di Perubahan APBD Tahun 2019 kemarin dan konstruksinya mulai Tahun 2020. Tapi rencana revitalisasi itu terkena refokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Bahkan Tahun 2021 ini, kami belum berani mengalokasikan anggaran itu. Makanya dibersihkan dan Jadi dipelihara dulu," tegasnya.
Sigit mengaku dengan dibersihkan monumen dan taman bisa tertap terjadi kebersihan dan kelestariannya. Apalagi, Sidoarjo punya banyak Monumen dan Taman. Selain Monumen Pancasila, Sidoarjo juga memiliki Monumen Jayandaru di Alun-Alun Sidoarjo, Monumen Udang Bandeng di Gading Fajar, Taman Abhirama, hingga Taman Dwarakertan di JL Raya Porong.
"Kami akan menjaganya karena taman ini menjadi salah satu fasilitas ruang terbuka hijau kota atau kabupaten. Selain berfungsi untuk keindahan, taman juga dapat dimanfaatkan warga untuk sarana refreshing," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi