BPN Sidoarjo Bagikan 303 Sertifikat Warga Tanggul Wonoayu, Belasan Tidak Berstempel

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BAGIKAN - Salah satu warga Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo Narko menerima sertifikat tanah kering tanpa stempel BPN Sidoarjo di Pendopo Kantor Desa setempat, Minggu (10/01/2021).
BAGIKAN - Salah satu warga Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo Narko menerima sertifikat tanah kering tanpa stempel BPN Sidoarjo di Pendopo Kantor Desa setempat, Minggu (10/01/2021).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo menyerahkan 303 sertifikat tanah milik warga Desa Tanggul, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Minggu (10/01/2021). Penyerahan sertifikat ini hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Program Nasional Agraria (Prona) Tahun 2020.

Penyerahan ratusan sertifikat ini menyebabkan warga berbondong-bondong membawa surat panggilan untuk mengambil sertifikat miliknya itu.

Salah satu penerima sertifikat tanah Narko mengaku awalnya merasa senang saat mau menerima sertifikat tanah warisan milik orang tuanya. Namun, langsung merasa kecewa setelah petugas BPN Sidoarjo memberitahu tanda tangan atas nama Ketua Panitia Ajudikasi Sidoarjo belum ada stempelnya.

"Saya disuruh kembali hari Senin (11/01/2021) besok. Karena harus dibumbui stempel di setiap sertigikat," ujarnya kepada republikjatim.com, Minggu (10/01/2021).

Menggapi hal itu, Sekdes Tanggul Abdul Muid mengakui ada sekitar 15 sertifikat warganya yang belum distempel BPN Sidoarjo. Dia menduga hal ini, lantaran terselip (ketlisut). Hal ini lantaran banyaknya pemohon yang mengajukan sertifikasi secara massal.

"Mungkin ketlisut. Pekan depan pasti beres. Apalagi, khusus Desa Tanggul pengajuan PTSL sebanyak 1.960 bidang tanah. Sekarang yang dudah jadi 303 sertifikat," katanya.

Bagi Abdul Muid dengan adanya program PTSL warga desa merasa senang. Selain prosesnya cepat juga tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan untuk biayanya juga ringan hingga pemohon tidak merasa terbebani.

"Kami tak bisa membayangkan kalau warga harus mengurus sendiri. Pasti biayanya lebih mahal. Pembagian sertifikat ini diperuntukkan tanah kering dan bukan tanah sawah atau tanah basah. Sampai hari ini persawahan statusnya masih SK Gubernur," tegasnya.

Sementara kata Abdul Muid dari total 1.960 sertifikat yang diajukan sudah semua. Sedangkan hari ini hanya dibagikan 303 sertifikat atau selesainya hampir 15 persen. Rencananya jika tahap selanjutnya yang belum dibagikan akan dibagikan langsung. Tapi sesuai dengan jam yang ditentukan karena ini masih situasi pandemi Covid-19.

"Sementara itu untuk biaya pengurusan sertifikat tanah sudah ditentukan berkisar Rp 150.000 per bidang. Kami tidak berani menambah biaya lagi," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Berita Terbaru

Sederhanakan Peraturan, DJP Tunjuk Blibli, Shopee, Tokopedia dan Lazada Jadi Pemungut PPh Pedagang Online

Sederhanakan Peraturan, DJP Tunjuk Blibli, Shopee, Tokopedia dan Lazada Jadi Pemungut PPh Pedagang Online

Rabu, 01 Jul 2026 23:09 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 23:09 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37 Tahun 2025 (PMK-37/2025). Melalui…

Wabup Mimik Idayana Kukuhkan 29 Kepala Puskesmas Baru, Sarankan Senyum Tulus Obat Pasien, Jauhi Kerja di Balik Meja

Wabup Mimik Idayana Kukuhkan 29 Kepala Puskesmas Baru, Sarankan Senyum Tulus Obat Pasien, Jauhi Kerja di Balik Meja

Rabu, 01 Jul 2026 14:41 WIB

Rabu, 01 Jul 2026 14:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana secara resmi mengukuhkan 29 Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas di…

Babak Akhir Sengketa Tembok Mutiara Regency, Penggugat Optimis 90 Persen Menang, Hakim Wanti-Wanti Intervensi

Babak Akhir Sengketa Tembok Mutiara Regency, Penggugat Optimis 90 Persen Menang, Hakim Wanti-Wanti Intervensi

Selasa, 30 Jun 2026 19:42 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 19:42 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sidang gugatan warga Perumahan Mutiara Regency (MR) terhadap Bupati Sidoarjo, Subandi terkait pembongkaran tembok pagar…

Lewat Sistem Bioflok dan Sentuhan AI, HIPMI Sidoarjo Sulap Desa di Kota Delta Jadi Pusat Ekonomi Mandiri

Lewat Sistem Bioflok dan Sentuhan AI, HIPMI Sidoarjo Sulap Desa di Kota Delta Jadi Pusat Ekonomi Mandiri

Selasa, 30 Jun 2026 16:58 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 16:58 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo resmi membuat gebrakan baru di sektor…

Gedor Literasi Digital, Diskominfo Sidoarjo Latih 100 Pelajar hingga Pelaku UMKM 'Jinakkan' AI

Gedor Literasi Digital, Diskominfo Sidoarjo Latih 100 Pelajar hingga Pelaku UMKM 'Jinakkan' AI

Senin, 29 Jun 2026 21:27 WIB

Senin, 29 Jun 2026 21:27 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar tren masa depan saja. Melainkan alat pacu …

Didominasi Wajah Baru Wajah Lama Hanya 17 Orang, Bupati Sidoarjo Lantik 80 Kades Terpilih Hasil Pilkades Serentak

Didominasi Wajah Baru Wajah Lama Hanya 17 Orang, Bupati Sidoarjo Lantik 80 Kades Terpilih Hasil Pilkades Serentak

Senin, 29 Jun 2026 16:03 WIB

Senin, 29 Jun 2026 16:03 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendopo Delta Wibawa menjadi saksi bisu momentum bersejarah dimulainya babak baru roda pemerintahan tingkat desa di Kabupaten…