Sidoarjo (republikjatim.com) - Jalan alternatif penghubung dua kabupaten yakni antara Sidoarjo dan Pasuruan yang berada di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami kerusakan parah. Selain aspal sudah mengelupas, jalan itu juga dipenuhi sejumlah berlubang.
Kondisi kerusakan jalan ini, diperparah dengan intensi curah hujan cukup tinggi. Akibatnya, warga sekitar kesulitan melakukan penambalan jalan secara swadaya sebagai atisipasi kecelakan yang kerap terjadi ketika melintas di jalan rusak itu.
"Kecelakaan sudah sering terjadi di jalan rusak itu. Bahkan.sudah tidak bisa dhitung dengan jari lagi. Korbannya mulai luka lecet hingga patah tulang. Rata-rata korban adalah para pengendara motor. Karena jalan yang rusak dan berlubang. Ukuran kedalamannya bervariasi antara 20 sentimeter hingga 60 sentimeter," ujar Pj Kepala Desa Kalidawir, Umar Faruq didampingi Sekretaris Desa, Satukan Efendi di ruang kerjanya, Selasa (05/01/2021).
Menurut Umar Faruq, selama jalan rusak warga sekitar sudah berusaha melakukan pengurukan dengan karung sak berisi pasir dan batu (sirtu). Namun hasilnya tidak maksimal. Bahkan sebagian sirtu terbawa arus air saat hujan. Tidak hanya itu, penambalan jalan menggunakan semen (cor) juga hasilnya tidak bisa maksimal.
"Jalan terlihat berlubang saat hujan belum turun. Tetapi kalau hujan, lubang itu tertutup air. Maka pengendara roda dua (motor) sulit untuk melintasinya. Mereka kerap terjebak kubangan air di jalan rusak itu," tegasnya.
Sementara Kepala Dusun Kalidawir, Choiron menegaskan kerusakan jalan itu sudah sepanjang 300 meter. Kerusakan paling parah terletak di RT 05, 06 dan RT07, RW 02. Kendaraan yang melintas, tidak hanya motor. Melainkan juga ada mobil dan truk yang kerap lalu lalang.
"Akibatnya, kerusakan jalan bertambah para. Kami berharap instasi terkait di Pemkab Sidoarjo, segera memperbaiki jalan rusak di jalur alternatif itu. Agar korban kecelakaan tidak terus bertambah," pungkasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi