Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah ruas jalan di wilayah Sidoarjo mengalami rusak parah. Salah satunya, JL Raya Prambon-Porong. Kerusakan terparah tepatnya berada di lokasi sebelum Jembatan Sarangan, Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo. Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang mengangah itu, dikeluhkan para pengendara yang melintas.
Mereka khawatir terjadi kecelakaan di jalan yang dipenuhi lubang itu. Terutama setelah hujan lubang tertutup air hujan. Apalagi, di sepanjang jalan rusak itu, sangat minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). PJU yang ada juga mati di sepanjang jalan itu.
Padahal, jalan itu baru diperbaiki dan ditinggikan sekitar setahun lalu. Bahkan warga setempat dan pengguna jalan juga sudah melaporkan kerusakan jalan itu ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo. Akan tetapi, terkesan dibiarkan.
"Kecelakaan karena jalan berlubang di jalur ini sering terjadi. Apalagi sekarang memasuki musim hujan. Lubang tertutup air hujan. Ditambah lagi lampu PJU di sepanjang jalan itu sudah lama padam," ujar pengendara motor, Hadi Suwarno kepada republikjatim.com, Jumat (11/12/2020) sore.
Pria 40 tahun ini menjelaskan jalur utama Prambon - Porong itu sebenarnya sudah diperbaiki sekitar akhir Tahun 2019 lalu. Namun sayangnya, usai diperbaiki dengan ditinggikan tidak sampai sebulan jalan itu sudah rusak lagi.
"Mungkin karena kualitas aspal yang kurang baik. Ditambah beban kendaraan yang lewat terutama tronton dan dump truk yang melebihi muatan (tonase) yang ditentukan sehingga jalan cepat rusak," ungkapnya.
Menurut Hadi, jika kualitas aspal tidak baik menyebabkan jalan yang sudah diaspal ambles dan menggumpal karena sering dilalui truk dan tronton yang melebihi muatan itu. Akhirnya aspal retak-retak dan merapat ke pinggir menjadi gundukan.
"Wajar saja, kalau dalam sehari semalam pernah ada pengguna jalan yang mengalami kecelakaan 10 kali. Karena orang tidak pernah lewat jalan ini tidak tahu ada lubang besar- besar. Apalagi di sepanjang jalan ini PJU padam," tegasnya.
Hadi mengungkapkan kebanyakan yang mengalami kecelakaan adalah pengendara motor. Mereka kerap terperosok ke jalan berlubang itu. Sedangkan mobil kebanyakan masuk trotoar jalan karena menghindari jalan berlubang dan tidak menguasai kemudi mobilnya.
"Sejak dari arah Porong menuju Prambon rusak dan dipenuhi lubang, akhirnya para pemuda memortal jalan ini. Kami kasihan melihat pengguna jalan. Sementara dengan adanya portal ini mereka merasa senang. Sampai ada pengendara motor yang memberi uang," jelasnya.
Kini Hadi beserta warga lain dan pengguna jalan berharap agar Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo segera memperbaiki jalan rusak itu. Agar tidak ada korban jiwa dari para pengguna jalan yang melintas.
"Tolong, Pak Pj Bupati Sidoarjo jangan hanya sidak di JL KH Ali Mas'ud, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo saja. Disini jalan kami juga harus diperhatikan dengan perbaikan," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi