Petani Wonoayu : Hanya BHS Cabup Sidoarjo yang Berkomitmen Terhadap Pertanian

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan puluhan petani Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo untuk mencari solusi kelangkaan pupuk dan manajemen pengaturan air irigasi agar bisa panen 3 kali setahun, Senin (09/11/2020).
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan puluhan petani Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo untuk mencari solusi kelangkaan pupuk dan manajemen pengaturan air irigasi agar bisa panen 3 kali setahun, Senin (09/11/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Para petani Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo mengaku senang dan memantabkan diri memilih Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq). Hal ini, lantaran petani menilai hanya Paslon nomor urut 1 yang bakal bertarung dalam Pilkada Sidoarjo yang memiliki komitmen dan perhatian kepada para petani di Sidoarjo.

Tidak hanya itu, bagi petani hanya Paslon BHS - Taufiq yang siap berkomitmen menyelesaikan masalah pertanian yang selama bertahun-tahun tak pernah ada solusinya. Yakni soal kelangkaan pupuk bersubsidi dan obat-obatan, soal air irigasi, bibit unggul, manajemen pemasaran paska panen, hingga soal masalah asuransi saat petani gagal panen.

"Alhamdulillah, kami bisa didatangi Pak BHS di tengah sawah ini. Kami semakin mantab memilih paslon 1 (BHS - Taufiq) karena hanya paslon Cabup - Cawabup ini yang berkomitmen mensejahterakan dan peduli terhadap petani. Bahkan siap melaksanakan swasembada pangan. Semua program pertaniannya sangat diharapkan petani di Sidoarjo," ujar Ketua Gapoktan Desa Popoh, Jumain kepada republikjatim.com, Senin (09/11/2020).

Dalam dialog santai bersama puluhan petani itu, kata Jumain petani sudah menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan pertanian di kampungnya. Diantaranya soal petani tidak bisa panen 3 kali setahun. Bahkan panen 2 kali setahun juga sangat berat bagi petani lantaran di musim tanam kedua biasanya air irigasinya menggunakan mesin diesel yang harus sewa serta penambahan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kami juga mengeluhkan soal kelangkaan pupuk bersubsidi dan obat-obatan. Selain itu soal bibit unggul jenis 42 dan Serang. Bahkan soal kelangkaan air irigasi meski lahan pertanian berdekatan dengan Sungai Bader yang hanya berjarak sekitar 500 meter. Pokoknya setiap memasuki bulan Juni kami kekurangan air. Kami terpaksa menggunakan mesin diesel dan membeli BBM dengan biaya ekstra," ungkapnya.

Sementara Cabup Sidoarjo, BHS menegaskan jika para petani di Sidoarjo hampir 75 persen hanya bisa panen 2 kali setahun. Karena itu, petani membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen dan perhatian terhadap masalah pertanian.

"Petani panen dua kali karena masalah air. Padahal, Sidoarjo ini daerah delta yang diapit dua sungai besar dan memiliki longstorage dengan kapasitas 45 juta kubik. Tidak selayaknya pertanian kekurangan air. Kalau sekarang saat musim kemarau petani kekurangan air dan saat musim hujan kelebihan air memicu banjir, maka solusinya adalah manajemen air harus ditata di setiap Dam pintu air," tegas mantan anggota DPR RI peraih anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini.

Begitu juga soal kesulitan dan kelangkaan pupuk bersubsidi maupun obat-obatan saat musim tanam. Pihaknya menjamin saat dirinya memimpin Sidoarjo dijamin dan dipastikan tidak bakal ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Sidarjo.

"Kami juga siap memberdayakan para pengusaha bibit padi baik jenis 42 maupun Serang agar bisa mensuplai petani di Sidoarjo. Bahkan BHS -Taufiq juga bakal mengusahakan petani dapat subsidi 50 persen dari harga bibit di pasaran. Subsidi akan ditanggung pemerintah. Termasuk soal adanya hama bakal ditangani pemerintah melalui Dinas Pertanian," jelas Alumni ITS Surabaya ini.

Sementara soal pemasaran hasil panen padi dan beras, pihaknya meminta masyarakat Sidoarjo, Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat industri dan pabrikan memanfaatkan hasil pertanian asal Sidoarjo. Apalagi, saat panen petani hanya dua kali akan kekurangan jika dikonsumsi warga Sidoarjo. Akan tetapi, kalau program swasembada pangan dengan 3 kali panen terealisasi maka bisa mencukupi kebutuhan pangan warga Sidoarjo.

"Saya berkeinginan masyarakat Sidoarjo menggunakan produk-produk Sidoarjo. Kami juga memberdayakan harkat dan martabat petani dengan menjadikan petani sebagai pengajar ekstrakurikuler di Kelas 5 dan Kelas 6 SD serta di SMP. Tujuannya agar saat pelajar menjadi Bupati, Camat atau Lurah menghargai guru mereka adalah petani. Karena itu BHS - Taufiq memasukkan soal pertanian dalam program kerja. Itu bukti keseriusan BHS menjaga ketahanan dan swasembada pangan," tandasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jember (republikjatim.com) - Pengusutan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BNI di Jember makin berbuntut panjang. Tim penyidik …

Respon Tegas Keluhan Wali Murid, Bupati Subandi Minta Evaluasi Total Kegiatan ODL, Jangan Paksa Study Tour Mahal

Respon Tegas Keluhan Wali Murid, Bupati Subandi Minta Evaluasi Total Kegiatan ODL, Jangan Paksa Study Tour Mahal

Kamis, 17 Sep 2026 08:51 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 08:51 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menanggapi maraknya keluhan orang tua siswa terkait tingginya biaya Outing Day Learning (ODL), Bupati Sidoarjo, Subandi…

Gercep Antisipasi Musim Hujan, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat Keruk Sungai di Tanggulangin dan Candi

Gercep Antisipasi Musim Hujan, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat Keruk Sungai di Tanggulangin dan Candi

Rabu, 16 Sep 2026 21:11 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 21:11 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah cepat dan tegas diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo sebagai upaya mengantisipasi ancaman banjir menjelang…

Puncaki Jamsostek Award Se-Jatim, Pemkab Sidoarjo Cetuskan Inovasi Satu ASN Lindungi Satu Pekerja Rentan

Puncaki Jamsostek Award Se-Jatim, Pemkab Sidoarjo Cetuskan Inovasi Satu ASN Lindungi Satu Pekerja Rentan

Rabu, 16 Sep 2026 20:50 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 20:50 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memberikan jaminan perlindungan sosial bagi warganya membuahkan hasil…

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan inovasi di sektor pemerintahan tidak boleh berhenti sebatas mengejar piala…

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Kabupaten Sidoarjo resmi terpilih menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) dalam pelaksanaan Proyek InCircular di …