Sidoarjo (republikjatim.com) - Keseriusan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) dalam upaya mensejahterakan para petani di Sidoarjo cukup serius. Usai berdialog dengan petani Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran dan petani Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, kini berdialog dan mendengarkan keluhan petani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung, Sidoarjo.
Paslon nomor urut 1 ini, tidak hanya berkeinginan mensejahterakan para petani Sidoarjo. Akan tetapi, juga berkeinginan merealisasikan swasembada pangan di Kota Delta. Dalam kunjungan di tengah area persawahan itu, politisi yang pernah duduk di kursi DPR RI periode 2014-2019 itu mendengarkan semua keluhan para petani. Bahkan tak segan duduk bersama para petani di gubuk sawah itu.
"Kalau saya diamanahi jadi bupati, saya ingin menciptakan swasembada pangan dan mensejahterkan petani. Karena petani adalah para pejuang pangan. Kalau tidak ada petani maka semua akan kelaparan," ujar Cabup BHS kepada republikjatim.com, Jumat (30/10/2020) usai berdialog dengan para petani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung.
BHS yang juga alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini bakal membenahi saluran irigasi (pengairan) untuk lahan pertanian. Saluran air ini sudah menjadi persoalan klasik bagi para petani hingga petani di Sidoarjo tidak bisa panen 3 kali setahun. Selain itu, juga bakal menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi terutama saat panen. Sekaligus menyiapkan Penyuluh Lapangan (PL) Dinas Pertanian yang bakal mendampingi petani mulai masa tanam hingga panen.
"Termasuk soal permasalahan hama tikus yang juga menjadi keluhan petani Desa Kandangan. Itu akan diselesaikan pemerintah. Harapan kami, petani bisa panen minimal 3 kali setahun atau bahkan 4 kali panen setahun. Dalam satu hektar yang selama ini hasil panennya kurang dari 6 ton karena hama, bisa normal sampai 8-10 ton per hektar," imbuhnya.
Selain itu, Cabup yang diusung 5 partai ini, berharap produk pertanian Sidoarjo mampu mensuplai kebutuhan seluruh warga Sidoarjo. Karena itulah pihaknya akan membantu memasarkan produk-produk pertanian Sidoarjo. Hal ini agar swasembada pangan terealisasi dan ekonomi kerakyatan tidak lari kemana-mana.
"Kami juga memberikan asuransi kepada petani. Asuransi ini sebagai jaminan kalau ada kegagalan panen. Lumayan dapat Rp 6 juta per hektar kalau gagal panen. Itu membuat petani tidak terlalu merugi saat gagal panen," tegasnya.
Sedangkan untuk melahirkan para petani haru, kata BHS pihaknya bakal mengangkat harkat hidup petani. Caranya dengan melibatkan para petani sebagai guru (pengajar) di sejumlah sekolah mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.
"Pelajaran pertanian itu, masuk ekstrakurikuler bertani. Ini wajib sifatnya. Nanti para petani yang akan mengajarkan para pelajar cara bertani yang baik. Sehingga muncul petani-petani baru dari generasi yang akan datang," jelasnya.
Sementara salah seorang ketua Gapoktan Desa Kandangan, Sulthon mengakui gagasan Cabup Sidoarjo nomor urut 01 itu sangat baik dan berpihak ke para petani. Padahal, selama ini tidak ada paslon lain yang visi dan misinya memperbaiki kondisi pertanian.
"Kami menilai progam-program Pak Bambang (BHS) ini sangat cocok untuk petani Sidoarjo. Karena selama ini tidak ada yang memperhatikan kesulitan petani," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi