Sidoarjo (republikjatim.com) - Musim La Nina terjadi saat suhu permukaan laut di Samudera Pasifik akan mengalami pendinginan pada bagian tengah. Dampak fenomena iklim La Nina meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum, meski Sidoarjo tidak termasuk yang tedampak La Nina.
Akan tetapi, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menghimbau warga Sidoarjo tetap waspada. Kewaspadaan lain adalah cuaca buruk di wilayah laut Jawa bagian utara, meliput perairan Tuban Lamongan dan perairan Gresik-Surabaya. Penyebab utama banjir di beberapa titik wilayah Sidoarjo disebabkan tingginya curah hujan bersamaan dengan gelombang pasang air laut. Sehingga sungai tidak mampu menampung debit air yang berasal dari hujan dan air pasang.
"Anomali iklim La Nina menyebabkan awal musim hujan lebih awal dan terjadi peningkatan curah hujan di atas normal atau lebih dari 25 persen," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda I Wayan Mustika.
Untuk antisipasi terjadinya banjir seperti tahun lalu, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menggelar rapat dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dwijo Prawito dan Plt Kepala Dinas PU BM SDA, Yudi Kartika di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (27/10/2020).
Hudiyono minta kepada BPBD menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti menyiapkan sebanyak mungkin pompa air yang ditempatkan di daerah yang dinilai rawan banjir. Sedangkan Plt Kepala Dinas PU BM SDA, Yudhi Kartika kebagian mempercepat normalisasi sungai yang masuk tahun anggaran 2020.
Tugas lain yang diberikan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur terkait dengan penjagaan bendungan pintu Rolag. Dibukanya pintu Rolag saat curah hujan tinggi yang dialirkan melalui sungai Porong bisa berdampak banjir pada beberapa desa yang berdekatan dengan sungai seperti Desa Mindi, Kecamatan Porong.
"Kami mengimbau agar warga Sidoarjo tetap waspada menghadapi cuaca dengan curah hujan tinggi dalam beberap waktu ke depan," ujar Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono kepada republikjatim.com, Kamis (29/10/2020).
Selain itu, kata Hudiyono Pemkab Sidoarjo saat ini tengah bekerja maksimal mengupayakan agar Sidoarjo tidak mengalami kebanjiran seperti tahun lalu. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur untuk mengatur debit air yang dikendalikan dari pintu Rolag Mojokerto.
"Karena salah satu penyebab banjir Sidoarjo mendapat kiriman air dari barat. Selain itu, yang diwaspadai lagi gelombang pasang air laut," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi