Sidoarjo (republikjatim.com) - Gejolak internal mulai memanas di tubuh DPC PKB Sidoarjo menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab). Pernyataan Bupati Sidoarjo, Subandi yang mengklaim telah mengantongi dukungan dari para kiai dan pengurus PAC untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo, dibantah keras internal partai.
Bantahan itu, salah satunya disampaikan Ketua DPAC PKB Balongbendo, Sony Widato. Sony secara tegas menyatakan klaim (Subandi) itu, tidak sesuai dengan realita yang ada di tingkat akar rumput pengurus kecamatan. Karena itu, Sony mengungkapkan berdasarkan hasil konfirmasi internal, tidak ditemukan adanya dukungan dari pengurus DPAC sebagaimana yang dicitrakan Subandi.
"Tidak benar ada dukungan dari pengurus DPAC. Setelah kami lakukan konfirmasi, tidak ada satu pun pengurus DPAC yang mengusulkan (Subandi) untuk kembali memimpin DPC PKB Sidoarjo," ujar Sony Widato dalam keterangan resminya, Jumat (20/03/2026).
Lebih jauh, Sony tidak hanya membantah soal dukungan ke Subandi, akan tetapi juga melontarkan kritik tajam terhadap rekam jejak kepemimpinan Subandi. Ia menilai ada ketimpangan antara klaim keberhasilan dengan fakta perolehan suara partai.
"Faktanya di lapangan terjadi penurunan kursi partai di tingkat DPRD Sidoarjo selama dipimpin Subandi. Kalau Subandi menyebut klaim membesarkan partai berbanding terbalik dengan kenyataan di mana terjadi penurunan jumlah kursi PKB di DPRD Sidoarjo dari 16 kursi di masa Saiful Ilah menjadi 15 kursi di era Subandi," ungkapnya.
Bagi Sony sikap politik Subandi selama memimpin DPC PKB Sidoarjo tidak pernah menunjukkan loyalitas terhadap partai (PKB). Bahkan, Subandi dianggap telah menunjukkan sikap yang mengkhianati dan menghina pimpinan partai yang selama ini membesarkan namanya.
"Saat meninggalkan partai tidak butuh dukungan. Sekarang mau kembali ke partai yang membesarkan dari di DPRD Sidoarjo hingga Wabup Sidoarjo ditinggalkan begitu saja," urainya.
Sony menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam pernyataan dan sikap politik Subandi. Sony mencontohkan sikap Subandi terkait acara buka bersama "Ala Bollywood". Subandi sempat mengancam akan menegur Sekda Sidoarjo (Fenny Apridawati) secara lisan dalam statemen di beberapa media.
"Padahal dalam kenyataanya dirinya (Subandi) sendiri hadir dalam acara itu. Secara politik dan kebijakan bagaimana bisa menegur sementara dia hadir di acara yang dihujat seluruh lapisan masyarakat Sidoarjo itu," jelasnya.
Karena itu, lanjut Sony menjelang Muscab DPC PKB Sidoarjo yang direncanakan bulan depan itu, para pimpinan DPAC PKB memberikan sinyal kuat untuk menutup pintu bagi Subandi masuk dalam PKB Sidoarjo lagi. Sony meyakini kiai dan pengurus tidak akan memilih pemimpin yang dianggap tidak loyal.
"Kami para pimpinan DPAC sangat yakin tidak akan ada DPAC yang mengharapkan seorang pengkhianat partai untuk kembali memimpin partai besar ini. DPAC saja tidak mungkin memberi dukungan. Apalagi para kiai di level NU," paparnya.
Sementara sebagai langkah konkret menuju Muscab, DPAC PKB Balongbendo menuntut transparansi keuangan partai. DPAC PKB Balongbendo berencana meminta dan mempelajari dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) bantuan politik (banpol) periode 2021–2024.
"LPJ Banpol selama tiga tahun ini sangat penting. Karena hal ini, sebagai bahan evaluasi sebelum menentukan arah kepemimpinan PKB Sidoarjo ke depan," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya Subandi mengklaim para kiai dan DPAC PKB berharap Subandi bersedia memimpin PKB Sidoarjo dalam rilis di beberapa media. Berita itu muncul setelah adanya acara Buka Bersama (Bukber) bersama pengurus PCNU dan MWC NU saat menjelang akhir Ramadhan kemarin. Ary/Waw
Editor : Redaksi