Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sidoarjo yang dijadwalkan pada awal April mendatang, tensi politik di internal partai berlambang bola dunia ini, mulai memanas. Kabar mengenai adanya dukungan penuh dari jajaran kiai NU terhadap Subandi untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo menuai bantahan dari berbagai pihak.
Sejumlah tokoh kunci dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Sidoarjo angkat bicara untuk meluruskan narasi yang beredar di media sosial dan portal berita online belakangan ini. Bantahan yang sama juga disampaikan sebelumnya oleh sejumlah Ketua DPAC diantaranya Balongbendo.
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin mengatakan kehadirannya dalam acara buka bersama (Bukber) di kediaman Subandi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati beberapa waktu lalu, murni memenuhi undangan silaturahmi. Ia membantah adanya deklarasi dukungan politik secara kelembagaan untuk majunya Subandi sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo.
"Sambutan saya di acara Bukber itu normatif-normatif saja. Saya tidak ingin masuk dalam ranah politik praktis. Apalagi, soal dukung-mendukung calon Ketua DPC PKB," ujar KH Zainal Abidin, Jumat (20/03/2026).
Lebih jauh, Zainal menalai acara Bukber itu hanya memanfaatkan foto menjadi seolah - olah mendukung Subandi. Hal senada dengan Ketua PCNU Sidoarjo, para Ketua MWCNU juga memberikan klarifikasi serupa. Salah satunya Ketua MWCNU Sidoarjo Kota, Mulya Agung. Dia menjelaskan kronologi pertemuan di rumah Subandi itu. Menurutnya, Subandi memang sempat mengutarakan keinginannya untuk kembali memimpin PKB Sidoarjo. Namun hal itu, tidak dijawab dengan komitmen dukungan oleh para kiai yang hadir di acara Bukber itu.
"Mboten enten (tidak ada) dukung - mendukung di dalam acara Bukber itu. Meski Pak Bupati (Subandi) sempat menyampaikan aspirasi pribadinya ingin kembali menjabat di PKB. Tapi, dari pihak kiai yang hadir, tidak ada dorongan atau kesepakatan untuk mendukungnya. Tidak ada sama sekali itu," tegasnya.
Begitu juga Ketua MWCNU Wonoayu, KH Anas Dimyati. Pria yang akrab disapa Abah Anas itu menilai foto bersama yang beredar disalahartikan atau dimanfaatkan untuk kepentingan opini publik dan kepentingan media yang penuh dengan settingan seolah-olah ada dukungan.
"Padahal, tidak ada proses dukung mendukung sama sekali di acara Bukber itu," ungkapnya.
Abah Anas melihat kapasitas undangan dalam acara itu, kehadiran kiai hanya sebagai tamu undangan buka puasa, bukan peserta deklarasi. Apalagi sikap politik PKB itu, bukan ranah MWCNU.
"Secara struktural, MWCNU tidak memiliki kapasitas atau hak suara dalam menentukan Ketua DPC PKB. Kami fokus menata organisasi. Karena NU berkomitmen menjaga jarak yang sama dengan semua kandidat demi keutuhan organisasi ini," tandasnya.
Sementara Ketua Forum Silaturahmi MWCNU se-Sidoarjo, KH Drs Sugiono juga mengonfirmasikan tidak ada naskah deklarasi maupun ucapan kolektif yang mengarah pada pengusungan nama Subandi menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo. Ia menyayangkan adanya klaim sepihak yang seolah-olah menyeret nama besar NU masuk ke dalam kontestasi internal partai yang berisi para nahdliyin itu.
"Kami sangat menyayangkan klaim dukungan itu. Kalau keluarganya dukungan klaim, maka kami bisa melarang para Ketua MWCNU ikut acara Bukber itu," tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, bursa calon Ketua DPC PKB Sidoarjo masih dinamis. Klarifikasi dari para tokoh NU ini diharapkan mampu mendinginkan suasana dan mengembalikan fokus Muscab pada mekanisme partai yang sehat dan transparan.
Saat ini, terdapat beberapa nama yang masuk ke DPP PKB. Yakni ada H Rizza Ali Faizin, H Usman M Kes, Achmad Amir Aslichin (Iin) serta Anik Maslacha dan Ainun Juwariyah. Ary/Waw
Editor : Redaksi