Ponorogo (republikjatim.com) - Terobosan dilakukan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di penghujung masa jabatannya cukup unik. Bupati yang per 26 September 2020 mendatang mengambil masa cuti ini, berencana mengebut perbaikan infrastruktur jalan.
Hal itu dilakukan dengan menggunakan anggaran pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 200 Milliar. Rencana anggaram hutang itu, bakal digunakan khusus membangun infrastruktur jalan 280 titik dengan total panjang keseluruhan 170 kilometer.
PT SMI adalah perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur, yang didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Termasuk mendukung skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kepemilikan saham mayoritas dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Hari itu juga, saya melakukan penandatangan perjanjian dengan perusahaan pembiayaan (PT SMI) itu. Setengah jam lalu, saya menandatangani perjanjian kredit pinjaman daerah dari PT SMI dengan nilai pinjaman sebesar Rp 200 miliar. Pinjaman Rp 200 miliar ikut program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Ipong Muchlissoni, Selasa (22/09/2020) malam.
Ipong mempertegas jika anggaran yang dipinjam dari PT SMI itu hanya untuk pembangunan infrastruktur jalan tidak boleh digunakan untuk kebutuhan lainnya. Selain itu, pekerjaannya harus selesai Desember Tahun 2020 ini.
"Jadi harus habis tahun ini. Kami pinjam ke PT SMI karena pinjaman itu tanpa bunga alias 0 persen. Padahal, biasanya bunganya 8 persen. Hanya untuk Ponorogo ada biaya 0,18 persen kalau dinominalkan 200 Milliar itu kira-kira Rp 350 juta. Pinjaman ini ada masa tenggang selama 15 bulan. Jadi akan dicicil setelah 15 bulan dari pencairan. Masa waktu pinjaman 5 tahun jadi 200 milliar dibagi 5 maka cicilannya sebesar Rp 40 milliar setahun," tegasnya.
Sementara itu, kata Ipong kerjasama ini bermanfaat untuk Ponorogo. Alasannya, APBD Pemkab Ponorogo Tahun 2020 banyak dapat potongan.
"Karena APBD Ponorogo Tahun 2020 ini terpotong 3 kali total sebesar Rp 420 milliar. Pertama DAU Rp 125 miliar, DAK Rp 170 milkar serta sisanya refocusing dinas-dinas untuk penanganan covid-19. Sampai hari ini belum sampai Rp 40 miliar, baru sekitar Rp 33 miliar. Potongan ini sangat menganggu pembangunan. Maka dengan pinjaman ini akan menggantikan pembangunan infrastruktur khusunya jalan. Jalan yang belum selesai ditarget akhir Nopember atau pertengahan Desember mulus semua. Dengan pinjaman ini Ponorogo akan bagus dan ekonominya bangkit," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi