Sidoarjo (republikjatim.com) - Gesekan dan perhelatan politik diinternal DPC Partai Gerindra Sidoarjo tergolong cukup alot. Hal ini disebabkan adanya dua kader Partai Besutan Prabowo itu, yang bakal ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
Kedua kader itu adalah Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang bakal maju sebagai Calon Bupati dan Mimik Idayana yang bakal maju sebagai Calon Wakil Bupati Sidoarjo.
Kuatnya dua kubu itu, menyebabkan BHS hingga kini belum mengantongi rekomendasi dari Partai Gerindra. Padahal, mantan anggota DPR RI ini sudah mendapatkan Paslon Cabup dan sudah mengantongi awal rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang diserahkan akhir Juli 2020 lalu.
Namun, saat BHS sudah mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar (4 kursi), PKS (4 kursi), Partai Demokrat (2 kursi) dan PPP (1 kursi) rekomendasi dari Partai Gerindra juga tak kunjung diberikan kepada BHS dan Taufiqulbar.
Mengenai lambannya rekomendasi itu, ditanggapi Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad. Menurutnya, rekomendasi Partai Gerindra yang mengantongi 7 kursi di DPRD Sidoarjo dipastikan bakal diberikan ke Paslon BHS- M Taufiqulbar. Baginya keterlambatan itu, hanya soal waktu saja.
"(Rekom) itu hanya soal waktu saja. Kemungkinan besarnya tetap ke BHS-Taufiqulbar," ujarnya.
Saat ini, Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar sudah mengantongi dukungan B1 KWK dari 4 Partai Politik. Diantaranya dari Partai Golkar (4 Kursi), PKS (4 Kursi), Partai Demokrat (2 Kursi) dan PPP (1 Kursi). Total sudah ada 11 kursi di DPRD Sidoarjo. Jumlah itu, jika ditambah dukungan dari Partai Gerindra yang memiliki 7 Kursi di DPRD Sidoarjo total ada paslon 18 kursi. Hel/Waw
Editor : Redaksi