Ponorogo (republikjatim.com) - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang bakal digelar 9 Desember 2020, KPU Ponorogo menggelar rapid test serentak bagi 2.080 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Hal ini lantaran pelaksanaan tugas coklit PPDP dan pelaksanaan Pilkada masih dalam masa pandemi Covid-19.
Pelaksanaan rapid test PPDP ini digelar secara serentak di 21 kecamatan. Hal ini karena 15 Juli 2020 mendatang, PPDP mulai bertugas melakukan coklit atau pencocokan data pemilih secara door to door.
Salah satunya, di PPK Bungkal menggelar tapid test di Pendopo Kecamatan dengan jumlah 83 PPDP dari 19 desa. Mereka dicek kesehatannya dan mengikuti rapid test para tenaga medis Puskesmas Bungkal.
Ketua PPK Bungkal, Taufiqur Rohman mengatakan rapid test berlaku untuk semua penyelenggara Pilkada. Yakni mulai KPU, PPK, PPS dan PPDP akan menjalani rapid tes. Hari ini dimulai PPDP karena akan segera melaksanakan tugasnya.
"Untuk Kecamatan Bungkal ada sebanyak 83 PPDP yang ikut rapid test mulai hari ini secara bergantian per desa untuk menghindari kerumunan," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (11/07/202).
Menurut pria yang akrab dipanggil Taufiq ini, pelaksanaan rapid test ini karena tugas dari penyelenggaran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akan segera dimulai khususnya untuk coklit. Rapid test ini sebagai antisipasi penyebaran dan mencegah adanya cluster baru di tengah pandemi Covid-19.
"Karena itu, KPU Ponorogo secara serentak di 21 kecamatan menggelar rapid test untuk PPDP itu," tegasnya.
Ketua Tim Kesehatan Puskesmas Bungkal, Heri menjelaskan pihaknya hanya menjalankab rapid test. Hasilnya langsung diserehkan ke KPU Ponorogo.
"Tim kesehatan (tim rapid test) berharap hasilnya semua non reaktif. Selesai rapid test akan diserahkan ke panitia paling lambat Senin atau Selasa. Kami hanya melakukan pemeriksaan saja," ungkapnya.
Kepala Puskesmas Ponorogo Selatan, dr Ani Damayanti memaparkan rapid test serentak untuk seluruh Kecamatan Ponorogo diikuti 170 PPDP. Menurutnya untuk rapid test di kecamatan kota ada dua puskesmas yang terlibat. Yakni Puskesmas Ponorogo Utara dan Puskesmas Ponorogo Selatan. Harapannya, saat bertugas 15 Juli, saat pencocokan data pemilih dari rumah ke rumah secara keliling, PPDP sudah dalam kondisi aman dan sehat.
"Kalau hasil pemeriksaan ada yang reaktif akan ditindaklanjuti untuk menggantikan petugas PPDP sesuai rekom KPU. Sebagai dokter penanggung jawab menganalisa hasil dan menyampaikan hasil ke KPU. Masing-masing puskesmas 5 tenaga medis. Jadi untuk se Ponorogo ada 31 puskesmas di 21 kecamatan. Merek melakukan rapid test serentak terhadap 2.080 PPDP," paprnya.
Sementara Ketua KPU Ponorogo Munajat menegaskan jika ada PPDP yang hasilnya reaktif akan langsung diganti PPDP baru.
"Rapid test tetap diatur jamnya untuk menjalankan protokol kesehatan," jelasnya. Salah seorang PPDP, Jono yang ikut rapid test mengaku bersyukur bisa ikut rapid test. Apalagi bakal bertugas mendatangi satu per satu warga untuk coklit. Mal/Waw
Editor : Redaksi