Ponorogo (republikjatim.com) - Sektor pertanian hingga kini masih menjadi penopang bahkan andalan perekonomian di Ponorogo. Bahkan nyaris seluruh wilayah di Ponorogo punya unggulan sebagai penghasil produk pertanian baik padi maupun palawija. Kendati ada pandemi virus Corona (Covid-19) tidak berdampak pada produksi beras.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Perikanan Peternakan Pemkab Ponorogo, Medi Susanto mengatakan untuk April 2020 ini musim panen raya untuk wilayah Ponorogo. Menurutnya, panen padi April seluas 23.273 hektar. Per hektar bisa menghasilkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) 61,03 kuintal.
"Untuk yang mengalami gagal panen atau puso hanya di wilayah pertanian Kelurahan Paju. Karena kebanjiran seluas 47 hektar. Untuk daerah lain yang kebanjiran terkumpul semuanya total yang gagal panen seluas 59,37 hektar. Itu sudah masuk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang mendapatkan klaim asuransi Rp 6 juta per hektar," katanya.
Lebih jauh, Medi menguraikan sedangkan untuk gagal panen karena serangan hama nihil. Meski luas tanaman padi setahun di Ponorogo kurang lebih 74.000 hektar.
"Karena itu, sampai 3 bulan kedepan (juni) surplus 88.000 ton beras," tegasnya.
Medi merinci luas tanaman pertanian yang ada di Ponorogo tahun ini ada 2 musim kemarau dan musim penghujan. Akan tetapi musim tanam ada 3. Yakni Musim Penghujan (MP) Musim Tanam Kemarau I (KM I) dan Musim Tanam Lemarau II (MK II). Untuk komoditas tanaman Padi di MP seluas 32.162 hektar, MK I seluas 30.500 hektar dan MK 2 seluas 13.700 hektar. Total semuanya 76.362 hektar . Tanaman jagung di MP seluas 21.798 hektar, MK I seluas 8.800 hektar dan MK 2 seluas 13.400 dengan jumlah total 43.998 hektar.
"Untuk komoditas kedelai, MP (0), MK I seluas 750 hektar dan MK2 seluas 2.400 hektar dengan total semua 3.150 hektar. Untuk Kacang Tanah MP (0), MK I seluas 100 hektar, MK 2 seluas 1200 hektar dengan total 1.300 hektar. Terkahir tanaman Kacang Hijau MP (0), MK 1 (0) dan Mk 2 seluas 1.300 hektar. Jadi total 1.300 hektar," pungkasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi