Kurangi Perbedaan UMK, SPSI Jatim Desak Pemerintah Merevisi PP 78

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DISAMBUT - Kedatangan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak disambut sekitar 79.000 massa buruh se Jatim yang memperingati HUT SPSI ke 46 di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (03/03/2019).
DISAMBUT - Kedatangan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak disambut sekitar 79.000 massa buruh se Jatim yang memperingati HUT SPSI ke 46 di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (03/03/2019).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mendesak pemerintah pusat agar segera merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Alasannya, dampak penerapan PP ini menyebabkan terdapat disparitas (perbedaan) besar atas gaji buruh antara kabupaten/kota. Meksi secara teritorial hanya dibedakan batasnya jalan maupun sungai antar kabupaten/kota itu.

"Kami mendesak PP 78 untuk segera direvisi. Karena ini menjadi penyumbang disparitas UMK antar kabupaten/kota di Jatim. Terutama untuk kabupaten/kota di ring 1 dengan diluar ring perbedaan sangat besar," terang Ketua DPD SPSI Jatim, Ahmad Fauzi kepada republikjatim.com saat HUT SPSI ke 46 dan Peringatan Hari Pekerja di GOR Sidoarjo, Minggu (03/03/2019).

Lebih jauh Fauzi mencontohkan perbedaan menonjol antara UMK Kabupaten Gresik dan Lamongan. Untuk Kabupaten Gresik ditetapkan Rp 3,8 juta. Sementara di Kabupaten Lamongan hanya Rp 2 juta. Begitu juga untuk Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. UMK Kabupaten Pasuruan hampir Rp 4 juta sedangkan di Kota Pasuruan yang hanya dipisahkan jalan hanya Rp 2 juta.

"Ini sangat ironis dan tidak masuk akal. Kalau dibiarkan disparitas ini akan semakin lebih besar lagi," imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Fauzi pihaknya meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim segera menyampaikan usulannya itu ke pemerintah pusat dan para menteri. Hal ini agar tidak memicu perbedaan besar nilai UMK sekaligus soal masa depan dan kesejahteraan para buruh. Meski pun dalam perhitungannya mempertimbangkan soal pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

"Karena itu agar buruh yang di Pacitan dan Bondowoso bisa sejahtera butuh kebijakan diskresi. Kalau tidak diskriminasi UMK buruh ini bakal semakin besar di tahun-tahun selanjutnya," tegasnya.

Sementara itu, Guberbur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang hadir bersama Wagub Jatim, Emil Elistiyanto Dardak serta Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin serta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam Ali dan Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan menegaskan bakal membicarakan soal usulan DPD SPSI Jatim itu dengan Dewan Pengupahan (DP) Jatim. Selain itu, pihaknya meminta pekerja menaikkan taraf pendidikannya agar bisa semakin sejahtera. Alasannya di Jatim 49 persen pekerja masih lulusan SD dan 18 persen lulusan SMP.

"Saya minta buruh yang lulusan SD ikut kejar paket SMP dan yang SMP ikut kejar Paket SMA serta yang SMA bisa menlanjutkan kuliah (S1). Karena dengan begitu semua semakin sejahtera," pintahnya.

Sementara Ketua Kadin Pusat, Rosan Roeslani berjanji bakal menyampaikan usulan buruh itu ke Presiden RI, Joko Widodo yang batal menghadiri acara itu. Selain itu akan disampaikan ke menterinya sekaligus.

"Karena saya datang di acara ini juga atas perintah Pak Jokowi. Mohon maaf kalau Pak Presiden belum bisa hadir di acara ini," tandasnya. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Buka Sosialisasi Tata Kelola Pokir DPRD, Bupati Subandi Minta Eksekutif dan Legislatif Solid Demi Pembangunan Sidoarjo

Buka Sosialisasi Tata Kelola Pokir DPRD, Bupati Subandi Minta Eksekutif dan Legislatif Solid Demi Pembangunan Sidoarjo

Senin, 19 Okt 2026 20:31 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mematangkan langkah untuk memastikan program pembangunan daerah tepat sasaran.…

Di Kenal Pamit Kapolresta Sidoarjo, Bupati Subandi Ajak AKBP Bobby Terus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota Delta

Di Kenal Pamit Kapolresta Sidoarjo, Bupati Subandi Ajak AKBP Bobby Terus Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota Delta

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:01 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara Kenal Pamit Kapolresta Sidoarjo di Gedung Serba Guna (GSG) Polresta Sidoarjo,…

Atasi Beban 411 PSU Perumahan Terbengkalai, Komisi C DPRD Sidoarjo Dorong Pembentukan Satgas dan Pansus Khusus

Atasi Beban 411 PSU Perumahan Terbengkalai, Komisi C DPRD Sidoarjo Dorong Pembentukan Satgas dan Pansus Khusus

Senin, 19 Okt 2026 13:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama jajaran Organisasi…

Babak Baru Kasus TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elite, Pembeli dan Pemasok Material Diperiksa Lagi Pidsus Kejari Sidoarjo

Babak Baru Kasus TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elite, Pembeli dan Pemasok Material Diperiksa Lagi Pidsus Kejari Sidoarjo

Senin, 19 Okt 2026 13:11 WIB

Senin, 19 Okt 2026 13:11 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penyelidikan kasus alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi seluas 3.500 meter persegi yang berubah menjadi puluhan rumah kos…

Drama 10 Pemain Tahan Imbang Persis Solo 3-3, Bupati Subandi Acungi Jempol Mental Baja Para Pemain Deltras FC

Drama 10 Pemain Tahan Imbang Persis Solo 3-3, Bupati Subandi Acungi Jempol Mental Baja Para Pemain Deltras FC

Senin, 19 Okt 2026 11:12 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Skuad Deltras FC kembali membuktikan diri sebagai tim yang pantas disegani di kancah Liga 2 Indonesia. Meski harus berjuang…

Bukan Slogan, NasDem Sidoarjo Dorong Ketahanan Pangan, Salurkan Traktor dan Ratusan Ton Benih hingga Integrated Farming

Bukan Slogan, NasDem Sidoarjo Dorong Ketahanan Pangan, Salurkan Traktor dan Ratusan Ton Benih hingga Integrated Farming

Senin, 19 Okt 2026 09:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 09:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Partai NasDem dalam mengawal ketahanan pangan nasional dan memajukan sektor pertanian kembali dibuktikan secara nyata.…