Sidoarjo (republikjatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Karang Taruna (Kartar) Sidoarjo bakal terus bergerak untuk mendidik para pemilih pemula dengan pendidikan politik cerdas memilih. Targetnya kali ini adalah kalangan pelajar kelas 12 SMA maupun SMK. Hal ini disebabkan para pemilih pemula dari kalangan pelajar ini mencapai sekitar 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sidoarjo.
Oleh karena itu, para pelajar ini menjadi sasaran sosialisasi pendidikan politik itu. Paska melaksanakan sosialisasi ke SMA Antartika Sidoarjo, kali ini KPU dan Kartar Sidoarjo menyasar ratusan siswa kelas 12 SMAN 2 Sidoarjo. Selanjutnya sisanya masih bakal dilanjutken ke sejumlah SMA dan SMK negeri dan swasta lainnya.
Kegiatan ini dikemas KPU Goes To School Menyiapkan Pemilih Cerdas dari Sekolah, Pendidikan Demokrasi Sejak Remaja serta Sosialisasi dan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula. Hasilnya para peserta tampak antusias mempertanyakan semua unek-uneknya mengenai proses, tahapan hingga waktu pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 mendatang.
Komisioner KPU Sidoarjo Muhammad Iskak mengatakan pihaknya menyampaikan 3 poin untuk para pelajar. Yakni soal menggunakan hak pilih, menangkal berita hoaks serta menolak money politic. Namun kebanyakan pertanyaan sesi tanya jawab soal tata cara pindah pilih, praktik money politic termasuk sanksi pidananya serta netralitas KPU dalam menyikapi sejumlah berita hoaks. Misalnya soal pencetakan 7 kontainer surat suara.
"Targetnya agar pemilih pemula (para pelajar) ini menjadi pemilih pemula yang cerdas. Karena jumlah pemilih pemula di Sidoarjo sangat banyak ada sekitar 10 persen dari jumlah 1,4 juta pemilih yang masuk DPT," terang Muhammad Iskak kepada republikjatim.com, Kamis (28/02/2019).
Ketua Karang Taruna Sidoarjo, Imam Syafii menjelaskan pihaknya saat ini membantu KPU Sidoarjo agar para pemilih milenial ini menggunakan hak pilihnya. Selain itu, para pemilih pemula ini bisa menggunakan hak pilihnya dengan benar, serta menjadi pemilih pemula yang cerdas. Selain itu, para pemilih pemula ini tidak terkontaminasi money politics.
"Karena itu pelajar harus menjadi pemilih yang cerdas mengalahkan generasi millenial. Karena waktu kita memilih itu hanya 5 menit di bilik tapi menentukan masa depan 5 tahun. Jangan sampai salah pilih meski hanya selama 5 menit di bilik suara," pintahnya.
Sementara Waka Kesiswaan SMAN 2 Sidoarjo, Diduk menegaskan jika seluruh siswa yang ikut sosialisasi ini adalah siswa kelas 12 dari berbagai jurusan di SMAN 2 Sidoarjo. Alasannya para siswa dan siswi kelas 12 sudah cukup banyak yang memilih hak pilih dalam Pemilu 2019 besok.
"Sebagai pemilih pemula, kami harap para siswa menjadi pemilih cerdas. Jangan sampai terpengaruh serangan fajar, money politic atau berita-berita hoaks. Karena hak pilih itu hak konstitusional warga yang memilih hak pilih," tandasnya. Waw
Editor : Redaksi