Ponorogo (republikjatim.com) - Warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Ponorogo digemparkan penemuan jenazah Mbah Tekad. Kakek 83 tahun ini nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon Jati sebalah rumahnya. Diduga korban nekad mengakiri hidupnya dengan jalan pintas karena sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
"Korban sudah menderita tumor cukup lama dan sudah pernah operasi di Surabaya. Kira-kira Mbah Tekad putus asa dengan penyakit tumor yang lama tidak sembuh-sembuh itu," terang Jimanto tetangga korban kepada republikjatim.com, Selasa (11/12/2018).
Lebih jauh pria 31 tahun ini menceritakan jenazah Mbah Tekad warga Dusun Krajan, Desa Blembem, Kecamatan Jambon ini kali pertama ditemukan Andri (35) warga Dusun Kayen, Desa Krebet, Kecamatan Jambon. Saat itu saksi beraktifitas seperti biasa pergi ke sawah untuk memanen padi. Mendadak saksi melihat korban dalam keadaan gantung diri di pohon Jati yang ada di sebelah rumahnya. Ketika didekati korban sudah dalam keadaan meninggal.
"Kemudian saksi (Andri) memanggil saya yang masih tetangga Mbah Tekad untuk meminta bantuan agar menghubungi perangkat desa dan melaporkan kejadian ini," imbuhnya.
Sementara Kasubag Humas Polres Ponorogo, Ipda Teguh Satrio menegaskan usai mendapat laporan dari perangkat desa polisi langsung melakukan olah TKP bersama tim medis puskesmas terdekat. Berdasarkan hasil visum luar, korban meninggal disebabkan karena tulang bagian leher ada yang patah tanda karena jeratan tali saat gantung diri itu.
"Petugas mengamankan barang bukti berupa sebuah kursi panjang, tali tampar warna orange sepanjang 10 meter yang digunakan gantung diri, baju warna hitam lengan panjang, dan celana panjang warna hitam. Kini jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan," pungkasnya. Ami/Waw
Editor : Redaksi