Sidoarjo (republikjatim.com) - Untuk menghidupkan kembali kesenian asli Jawa Timuran berupa Ludruk dan Kidung, SMA Muhammadiyah I Taman (Smamita) Sidoarjo menghadirkan 2 seniman yang ahli di bidangnya masing-masing. Hal ini lantaran selama ini, regenerasi kesenian ludruk dan lainnya tidak berjalan karena kurang diminati para pemuda.
Kepedulian Smamita atas budaya dan kesenian Jawa Timuran ini, dibuktikan dengan menghadirkan Cak Pendik Ding Tak Tong (Pengisi Acara di TVRI) dan Cak Hari Santoso (Sutradara Ludruk RRI) dab Rahmad Giryadi (Penulis, Pemain Teater dan Perupa). Selain itu, dalam acara Seminar Budaya dalam Pekan Bahasa Tahun 2018 ini juga dihadiri 5 mahasiswa asing yang juga menceritakan tentang ketertarikan mereka dengan budaya dan bahasa Indonesia. Diantaranya mahasiswa Turkmenistan, Tajikistan, Madagascar, Thailand, dan Jepang.
"Kegiatan ini memotivasi para siswa kami untuk senang, tertarik dan mau melestarikan budaya sendiri. Jangan sampai kalah dengan orang asing yang mau belajar budaya Jawa dan Indonesia," terang Kepala Smamita, Zainal Arif Fakhrudi kepada republikjatim.com, Kamis (25/10/2018).
Zainal menguraikan melalui acara itu, pihaknya ingin mengenal kesenian Ludruk kepada siswa dan siswinya. Baginya, kalau tidak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu, pihaknya mendatangkan senimannya langsung sebagai narasumber. Tujuannya agar lebih jelas dan paham kesenian.
"Kalau pelakunya langsung bisa lebih mudah dipahami daripada mendatangkan narasumber yang bukan aslinya," tegasnya.
Bagi Zainal, seminar Bulan Bahasa untuk memahamkan siswa dan siswi berbahasa dengan baik dan benar. Bukan hanya basaha Indonesia, tetapi juga bahasa Jawa.
"Banyak orang luar negeri belajar bahasa Indonesia dan Jawa, termasuk Sinden ada yang dari luar negeri. Siswa harus paham bahasa Indonesia dan Jawa," paparnya.
Sementara Cak Pendik mengaku merasa bangga dengan yang dilakukan Smamita. Baginya pihak sekolah sangat peduli dengan kesenian Jawa.
"Ini cara melestarikan kesenian agar tidak punah. Semoga apa yang dilakukan Smamita bisa memotivasi sekolah-sekolah lain untuk melestarikan kesenian Ludruk," tandasnya. Waw
Editor : Redaksi