Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pagar Nusa YPM Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo menggelar kegiatan akbar Pendekar Pagar Nusa Bershalawat di halaman Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Ratusan santri, pendekar, alumni hingga tokoh masyarakat hadir memadati area acara itu.
Mereka bersama-sama bershalawat, memperkuat spiritualitas dan mempertegas jati diri santri sebagai penjaga tradisi ke-NU-an. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pagar Nusa dalam mengokohkan identitas santri sebagai generasi yang siap menjaga agama, budaya dan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah dengan penuh keteguhan.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama yang juga alumni Pagar Nusa YPM Sepanjang mengatakan santri Pagar Nusa harus menjadi generasi yang lengkap. Yakni selain kuat, cerdas juga harus berakhlak baik. Bagi politisi muda asal Dapil V Kecamatan Taman dan Kecamatan Sukodono ini, santri Pagar Nusa tidak cukup hanya berprestasi di gelanggang olahraga saja.
"Tetapi, mereka harus pintar ngaji, kuat dalam pemahaman agama dan cakap dalam berorganisasi. Inilah bekal menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjaga tradisi ulama sekaligus menjawab tantangan zaman," ujar Muh Zakaria Dimas Pratama kepada republikjatim.com, Sabtu (29/11/2025) malam.
Dimas menambahkan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dan penjaga kedamaian di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, santri Pagar Nusa harus menjadi benteng ulama, benteng agama serta menjadi penentram (peneduh) di masyarakat.
"Itulah yang harus menjadi identitas santri Pagar Nusa. Kondisi itu, harus terus dirawat dan dijaga secara turun temurun sebagai tradisi," pintanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pemkab Sidoarjo, M Khudori mengapresiasi atas semangat santri Pagar Nusa YPM Sepanjang dalam merayakan Hari Santri Nasional dengan kegiatan yang bernilai spiritual dan kebangsaan. Kegiatan itu, sangat relevan dengan semangat Hari Santri Nasional. Yakni meneguhkan komitmen santri sebagai penjaga moral, penjaga tradisi serta pengamal ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.
"Pagar Nusa tidak hanya membentuk pendekar yang kuat saja. Tetapi juga pribadi yang berakhlak dan menebarkan harmoni di tengah masyarakat global," urainya.
Sementara Pengurus Pusat Pagar Nusa, Yudhi Triawan menegaskan Pagar Nusa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama (NU) dan keamanan masyarakat melalui para pendekar yang berjiwa religius.
"Bahkan, santri Pagar Nusa harus menjadi benteng ulama, benteng agama dan sekaligus penjaga ketertiban dan ketenteraman umum," tandasnya.
Tidak hanya itu saja, santri Pagar Nusa harus menjadi garda terdepan yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah dalam tindakan nyata di dunia. Selain itu, kegiatan bershalawat pada momentum Hari Santri ini, bentuk konsolidasi spiritual agar para pendekar tetap istiqamah dalam menjaga agama, bangsa dan nilai-nilai ke-NU-an dalam bernegara.
"Acara yang berlangsung khidmat ini, ditutup dengan pembacaan shalawat dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kejayaan Islam rahmatan lil alamin dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pagar Nusa dan YPM Sepanjang," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi