Dinkes Sidoarjo Ngaku Berkali-Kali Warning Rekanan Proyek RSUD Sedati Senilai Rp 51,7 Miliar, Tapi Tak Digubris

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
LAMBAN - Bupati Sidoarjo, Subandi menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke proyek pembangunan RSUD Sedati, Sidoarjo yang proses pekerjaannya lambat karena sampai saat ini baru 3 persen alias hanya pengurukan lahan saja, Selasa (23/09/2025).
LAMBAN - Bupati Sidoarjo, Subandi menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke proyek pembangunan RSUD Sedati, Sidoarjo yang proses pekerjaannya lambat karena sampai saat ini baru 3 persen alias hanya pengurukan lahan saja, Selasa (23/09/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo mengancam tidak segan-segan bakal memutus kontrak kerja dengan PT Ardi Tekindo Perkasa, Surabaya. Ini menyusul soal keterlambatan proyek pembangunan RSUD Sedati yang menelan anggaran Rp 51,7 miliar.

Berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Bupati, Dinkes, Dinas Perumahan Permukiman Tata Ruang dan Cipta Karya (P2CKRT) di lokasi proyek kemarin, kinerja pihak kontraktor dinilai tidak maksimal. Bahkan, terkesan tidak profesional. Dampaknya, progres pekerjaannya dibawah target dari tahapan skedul penyelesaian yakni dari yang seharusnya mencapai 10 persen baru dikerjakan 3 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Lakhmie Herawati didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Achmad Muhklis mengakui sejak awal dimulai pekerjaan pembangunan rumah sakit senilai Rp 51,7 miliar itu, pihaknya melakukan susah melaksanakan monitoring (pengawasan ketat) di lapangan. Selain itu, secara pihaknya juga secara berkala menggelar rapat kordinasi dengan tim konsultan pengawas maupun pihak kontraktor.

"Hampir setiap hari kami rapat. Kami juga mengawasi pekerjaan di lapangan. Sepekan sekali, kami juga menggelar rapat evaluasi dengan pihak konsultan maupun kontraktor. Kita bahas progres dan rencana pekerjaan ke depannya. Termasuk soal kalau kendala di lapangan," dr Lakhmie Herawati, Rabu (24/09/2025) sore.

Lakhmie berharap pembangunan RSUD Sedati yang merupakan program prioritas Bupati Sidoarjo Subandi dan Wabup Sidoarjo Mimik Idayana sebagai langkah strategis pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu, bisa berjalan dengan baik. Selain mengedepankan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi, pihak kontraktor dapat menyelesaikan tepat waktu sesuai yang diatur dalam kontrak kerja atas pelaksanaan proyek itu.

"Tapi yang terjadi, di lapangan kinerja pihak kontraktor berjalan lamban. Meski sudah berjalan hampir dua bulan, progresnya baru selesai 3 persen. Padahal, seharusnya mencapai 10 persen sesuai skedul tahapan penyelesaian pekerjaan. Kondisi itu, tentu sangat kami sesalkan. Padahal kami sudah berkali-kali mengingatkan, dan meminta pihak kontraktor melalui konsultasinya agar pekerjaan dikebut agar penyelesaian progresnya tepat waktu. Tapi, seperti peringatan (warning) itu diabaikan," tegas Lakhmie yang baru dilantik menjadi Sekretaris Dinkes Pemkab Sidoarjo ini.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terakhir pihak kontraktor mempermasalahkan uang muka atas pekerjaan yang belum dibayar sebagai alasan lambannya pekerjaan. Padahal, kata Lakhmie berdasarkan klausul kontrak kerja, sama sekali tidak mengatur adanya pembayaran uang muka.

"Yang diatur adalah pembayaran per termin saja. Untuk termin pertama dibayar setelah progres pekerjaan selesai mencapai 20 persen dengan besaran nilai yang dibayar 10 persen," tandasnya.

Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Muhklis mengaku bakal segera menggelar Show Cause Meeting (SCM), untuk meminta penjelasan kepada PT Ardi Tekindo Perkasa, Surabaya atas keterlambatan pekerjaan itu. Termasuk membahas soal hambatan dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengejar keterlambatan progres pekerjaan itu.

"Kami sudah melayangkan surat teguran kepada rekanan pada 18 September kemarin. Dalam surat itu, kami minta agar pihak kontraktor bekerja sesuai kontrak kerja. Kami tidak ingin ada keterlambatan lagi ke depannya," pintanya.

Sementara ditanya soal langkah yang kemungkinan dilakukan untuk rekanan semisal kinerjanya tidak membaik, apa akan ada pemutusan kontrak kerja, dr Lakhmie maupun Muhklis menegaskan jika terbukti pihak kontraktor wan prestasi, pihaknya tidak segan-segan mengambil keputusan pemutusan hubungan kerja (kontrak) sebagai upaya mengakhiri kerjasama.

"Tentunya, untuk memutus kerjasama ini ada peraturan dan mekanismenya. Misalnya sudah di-SP ke tiga kali, tapi pihak kontraktor tetap mengabaikan. Bisa saja kita putus kontraknya karena wan prestasinya itu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, keterlambatan pembangunan RSUD Sedati sempat memantik perhatian Bupati Sidoarjo, Subandi. Saat sidak ke lokasi proyek kemarin, Subandi menyesalkan progres pekerjaan proyek itu dinilai lamban. Bahkan, menunjukkan indikasi rekanan tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaan itu.

Lebih ironi lagi, berdasarkan data yang diperoleh dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyebutkan PT Ardi Tekindo Perkasa tercatat badan usaha yang masuk dalam daftar hitam, yang berlaku sejak tanggal 26 Agustus 2025.
Berdasarkan Peraturan LKPP Nomor 4 Tahun 2021, semestinya dengan status blacklist (daftar hitam) ini, perusahaan ini dilarang mengikuti pengadaan barang/jasa di seluruh Kementerian dan atau Lembaga/Perangkat Daerah/ institusi lainnya dengan jangka waktu yang ditetapkan. Ary/Waw

Berita Terbaru

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Lima Tahun Dibangun, Bupati Sidoarjo Resmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri Sedati

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 13:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi meresmikan Masjid Al Ikhlas di Perumahan Pabean Asri, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu…

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Tiru Jejak Surabaya, Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Layanan Pelanggan Hingga 100 Persen

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 18:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo tengah memacu akselerasi layanan air bersih bagi masyarakat Sidoarjo.…

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Revitalisasi Alun-Alun Rp 24,6 Miliar Jadi Kado Spesial Saat Sidoarjo Masuki Usia ke 167

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 16:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke 167 Tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus afirmasi atas berbagai…

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Milad Emas ke 50, Smamda Sidoarjo Bertransformasi Menuju Outstanding School Sekaligus Siapkan Kelas Unggulan

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 15:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam merayakan usia setengah abad, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar rangkaian Milad ke 50 dengan mengusung…

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Harjasda ke 167, KB TK Al Muslim Gelar Perayaan Edukatif Tumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Cinta Kota Delta

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - KB TK Al Muslim menggelar perayaan bertema Bangga Sidoarjo yang diikuti sekitar 170 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB) dan…

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Syukuran Harjasda ke 167, Bupati Ajak Seluruh Masyarakat Jadikan Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebersamaan

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sabtu, 31 Jan 2026 08:57 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Jadinya yang ke-167. Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ini, sebagai tonggak…