Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 686 peserta didik baru yang disebut sebagai Ksatria Muda SMK YPM 8 Sidoarjo mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (12/07/2025). Ratusan siswa dan siswi baru ini, saat pembukaan dimasukkan Kompi Kavaleri Panser III/TSC yang ada di JL Raya Desa Sumput, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.
Di komplek militer ini, mereka akan digembleng soal kedisiplinan, karakter dan rasa cinta sekaligus nilai-nilai kebangsaan sekaligus bela negara. Selain itu, mereka juga bakal digembleng menjadi pribadi yang percaya diri dan kompak bersama teman-temannya.
Program kerjasama antara SMK YPM 8 Sidoarjo dan Kompi Kavaleri Panser III/TSC Sidoarjo ini sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Hal ini dibuktikan setiap pembukaan MPLS setiap tahun para siswa dan siswi baru harus mengikuti pendidikan di komplek militer ini selama tiga hari berturut-turut.
Mulai pagi ratusan siswa dan siswi baru ini, memakai seragam abu-abu dan putih. Mereka dikirab yang diawali grup drum band SMK YPM 8 Sidoarjo berjalan kaki, jaraknya sekitar 2 kilometer dari sekolah yang ada di JL Raya Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo menuju Barak Militer Kompi Kavaleri Panser III/TSC Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo.
Memasuki komplek militer ini, ratusan siswa langsung disambut petugas Kompi Kavaleri Panser III menuju lapangan untuk menjalani prosesi upacara pembukaan MPLS SMK YPM 8 Sidoarjo. Pembukaan MPLS ini dipimpin langsung Waka Kurikulum Dr Afthoni ST MM.
Sedangkan untuk pelaksanaan pembinaan kedisiplinan dan bela negara dipimpin langsung Wakil Komandan (Wadan) Kompi Kavaleri Panser III Sumput, Letda Kav Puthut Ananta Wibowo bersama tim petugas pendamping siswa lainnya.
Seusai memimpin upacara pembukaan MPLS, Dr Afthoni mengatakan SMK YPM 8 Sidoarjo telah melaksanakan pembukaan MPLS di barak militer ini sejak lama. Hasilnya, mampu membangun kedisiplinan para peserta didik baru SMK YPM 8 Sidoarjo. Bahkan dinilai selama bekerjasama selama lima tahun terakhir, hasilnya sangat bermanfaat saat para siswa masuk di bangku kelas sekolah.
"Hasilnya setelah didik di barak militer ini, yang pasti anak-anak didik bakal keluar dari barak militer ini lebih disiplin. Bahkan, juga semakin cinta terhadap kebangsaannya lebih baik. Bahkan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan tingkat disiplin yang tinggi," ujar Dr Afthoni kepada republikjatim.com, Sabtu (12/07/2025).
Selain itu, guru yang sudah mendapatkan gelar doktor ini menguraikan sesuai pelaksanaan MPLS selama sepekan, para siswa dan siswi baru bakal memasuki MPLS sesi ke 2. Rencananya MPLS sesi kedua dilaksanakan selama dua bulan yang dilaksanakan di sekolah. Mereka kita kuatkan membaca dan menulis Al Qur’an. Selain itu, juga dilengkapi dengan kecapan beribadah dan penguatan literasi bahasa dan numerik.
"MPLS terakhirnya adalah penguatan karakter siswa dan peserta didik. Selama dua bulan, para siswa ini bakal digodok pendidikan karakternya. Harapannya, setelah MPLS selesai pondasi karakter para peserta didik bisa terbentuk hingga mereka berani mengembangkan passion dan mau berinovasi sesuai passionnya untuk kemajuan pribadi maupun sekolahnya," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut guru yang akrab disapa Pak Toni ini para siswa juga bakal didik untuk menanamkan budaya peduli terhadap lingkungan. Cinta lingkungan mana pun mereka berada baik di dalam kelas, sekolah maupun lingkungan sekitar sekolah dan rumah tempat mereka tinggal.
"Prinsipnya para siswa harus kenal dulu dan peduli dengan sesama. Setelah peduli, mereka akan mencintai. Itu seusai istilah kalau tak kenal maka tak akan sayang. Apa pun budaya baik yang ada di SMK YPM 8 harus diterapkan pada siswa. Terutama peduli dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Usai mencintai sekolah kami memberi kesempatan para siswa meningkatkan kualitas dan inovasi diri sesuai dengan passion masing-masing," ungkapnya.
Kendati, dilaksanakan di barak militer lanjut Toni pendidikan dilaksanakan dengan metode yang menyenangkan dan penuh riang gembira.
"Selama dua bulan para siswa akan menerima materi yang dilaksanakan di MPLS dengan bahagia. Bahkan tidak boleh sedih saat melaksanakan kegiatan apa pun di sekolah dan diluar sekolah," pintanya.
Sementara itu, Wakil Komandan Kompi Kavaleri Panser III Sidoarjo, Letda Puthut Ananto Wibowo menegaskan jika tugasnya adalah untuk mendidik anak-anak Ksatria Muda SMK YPM 8 Sidoarjo menjadi pribadi yang berkarakter yang tangguh dan mencintai bangsa dan negaranya.
"Salah satu yang kita harapan setelah mereka mengikuti penggemblengan kedisiplinan dan bela negara ini waktu masuk sekolah nanti menjadi pelajar yang patuh terhadap gurunya dan taat kepada peraturan sekolah. Bahkan mereka bisa lebih semangat dalam belajar dan yang lebih penting masa depan mereka bergantung cara mereka bertindak selama belajar di sekolah," pungkas Komandan muda yang akrab disapa Ananto ini. Ary/Waw
Editor : Redaksi