Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah siswa SD Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo menggalang dana untuk korban bencana Tsunami Palu. Acara penggalangan dana dan doa bersama ini digelar bersamaan dengan acara Happy Kids Entrepreneurship Day Smart, Fun and Healthy, Traditional Food and Cultures on National Batik`s Day, Senin (01/10/2018). Para siswa ini menggalang dana dan doa bersama menggunakan boks yang disodorkan ke sekitar 860 siswa dan siswi yang saat itu sibuk mengikuti acara berjualan dan membeli jajanan dan makanan tradisional itu. Acara ini sekaligus juga menyambut hari batik. Oleh karenanya, siswa dan siswi mengenakan pakaian serba batik.
"Kegiatan ini untuk menanamkan jiwa kepekaan sosial, entrepreneur sejak dini bagi siswa, mengembangkan kreativitas dalam berwirausaha, melatih siswa jujur, berinovasi, mengenalkan inovasi ragam batik nusantara, kebersihan, kemandirian, kerapian, dan cara mereka memasarkan produk," terang Kepala SD Al Muslim, Ummuh Jazilah kepada republikjatim.com, Senin (01/10/2018).
Koordinator Gugus Leadership Al Muslim, Wiji Agustin menguraikan jika doa bersama dan penggalangan dana dari SD Al Muslim mencapai Rp 3,5 juta. Rencananya bakal dijadikan satu dengan TK, SMP dan SMA Al Muslim untuk dikumpulkan dan disumbangkan ke korban Tsunami di Palu. Hal itu sama halnya dengan korban gempa di Lombok yang mampu mengumpulkan dana sumbangan mencapai Rp 70 juta.
"Bantuan dana nanti diakomodir bersama baru dikumpulkan dan diserahkan ke Palu," ungkapnya.
Sedangkan kegiatan enterpreneurship jual beli produk hari ini, kata Wiji melatih siswa mengaplikasikan aspek-aspek leadership mulai mengenal diri, komunikasi, akhlak, proses belajar, membuat keputusan, mengatur dan bekerjasama, serta memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi berwirausaha. Selain itu diisi lomba inovasi produk unggulan dan terampil berjualan. Untuk kriteria lomba inovasi produk, meliputi inovasi produk berunsur tradisional, kreativitas kostum batik peserta lomba, keunggulan, cara pengolahan produk dan presentasi.
"Untuk lomba promosi produk (terampil) berjualan dinilai dengan kriteria penilaian seperti keterampilan berpromosi, kesehatan produk, persiapan barang yang dijual, keterampilan menghitung laba, rugi dan uang kembalian. Juri lomba merupakan juri undangan, yaitu perwakilan BPKS sekolah dan gugus mata pelajaran yayasan Al Muslim," tegasnya.
Dalam berwirausaha itu, potensi siswa menjadi wirausaha tampak. Mereka menggunakan berbagai macam strategi pemasaran, seperti lips advertising, memasang poster produk, berkeliling menjajakan produk, memasang label harga pada produk, serta inovasi berbagai produk yang dijual. Semangat dan antusiasme siswa memeriahkan kegiatan kids entrepreneurship day di luar ekspektasi para siswa memiliki ide kreatif untuk mengemas makanan tradisional menjadi makanan yang diminati konsumen.
"Produk yang dijual siswa merupakan hand made buatan para siswa sendiri. Produk non makanan seperti bros, amplop, mainan, pembatas buku merupakan hasil karya dan berbagai makanan tradisional. Wirausaha ini mengajarkan pengetahuan menghitung uang, kembalian, dan bisa menghitung laba," paparnya.
Sementara salah seorang siswa kelas VI A Ibnu Sina, Brigade Satria Abroor Nurrafi mengaku doa bersama dan penggalangan dana ini untuk melatih jiwa sosial dan berempati untuk korban Tsunami di Palu.
"Termasuk menjalin kebersamaan antarsiswa dan mengajarkan jiwa sosial serta peka dan peduli kepada sesama," tandasnya. Waw
Editor : Redaksi