Menelisik Bahaya Kecanduan Air Minum Kemasan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
M Mishbahul Nahdli (Mahasiswa Teknik Lingkungan Akademi Tirta Wiyata Magelang)
M Mishbahul Nahdli (Mahasiswa Teknik Lingkungan Akademi Tirta Wiyata Magelang)

i

Oleh

M Mishbahul Nahdli

(Mahasiswa Teknik Lingkungan Akademi Tirta Wiyata Magelang)

 

Surabaya (republikjatim.com) - Kecanduan air minum kemasan menjadi fenomena yang semakin meresahkan di tengah masyarakat modern. Meskipun air minum kemasan mudah diakses dan praktis, kecanduan ini dapat membawa dampak negatif terhadap lingkungan.

Botol plastik yang digunakan untuk air minum kemasan, seringkali berkontribusi pada polusi plastik yang mengancam ekosistem laut dan daratan. Selain itu, kecanduan ini juga dapat memberikan tekanan finansial yang tidak perlu kepada individu. Hal ini karena harga air kemasan cenderung lebih tinggi daripada air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Penting bagi masyarakat untuk memahami air PDAM yang seringkali dianggap sebelah mata, sebenarnya seringkali memiliki standar kesehatan yang ketat. Pengurangan kecanduan air minum kemasan dapat menjadi langkah positif untuk mengurangi limbah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Alternatif seperti penyuluhan untuk menggunakan PDAM pada setiap rumah wajib dikembangkan untuk mengurangi penggunaan air kemasan secara individual. Selain itu, PDAM dalam setiap daerah harus mampu memenuhi kebutuhan air yang layak minum untuk setiap daerahnya. Jadi, bukan hanya memenuhi kebutuhan air asal buat pekerjaan rumah seperti mencuci baju, piring dan mandi saja.

Pemerintah dan perusahaan seharusnya aktif mempromosikan dan mengkampanyekan penggunaan air dari sumber yang lebih ramah lingkungan. Tapi, sayangnya pemerintah seolah malah mendukung perusahaan besar air minum kemasan untuk mengekspansi besar - besaran sumber mata air untuk dijual belikan.

Kesadaran akan dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh kecanduan air minum kemasan perlu ditingkatkan melalui edukasi masyarakat. Menggunakan botol minum reusable dan kembali memasak air pada kebutuhan untuk minum sehari-hari dapat menjadi solusi praktis untuk mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan dan menghemat pengeluaran bulanan.

Kecanduan air minum kemasan juga mencerminkan budaya konsumtif yang perlu dipertimbangkan ulang demi keberlanjutan ekonomi. Apalagi untuk mahasiswa dan karyawan yang merantau di kota besar pasti mengalami betapa borosnya membeli air kemasan untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Perusahaan air minum kemasan juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan mendukung inisiatif daur ulang. Pemerintah juga harus ikut bersaing jika memang masyarakat sudah terbiasa dengan hidup yang serba praktis. Dengan cara, memperbaiki dan lebih serius menata setiap PDAM untuk mengolah air bersih yang siap minum agar masyarakat tidak cenderung membeli air dengan harga yang mahal.

Masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih opsi air minum, mempertimbangkan aspek lingkungan dan kesehatan dalam setiap keputusan konsumsi. Menumbuhkan kesadaran akan kecanduan air minum kemasan seharusnya menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan gaya hidup yang lebih hemat dan sehat.

Dengan mengubah pola pikir dan perilaku terkait air minum, maka dapat berkontribusi pada perubahan positif dalam menjaga kesehatan dan bumi tercinta ini. Termasuk menjaga kesehatan finansial pada rumah tangga karena bertambahnya tahun harga air kemasan juga ikut naik secara signifikan.

Berita Terbaru

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Sidoarjo memadati kawasan Monumen Jayandaru, Alun-alun Sidoarjo, Minggu (02/08/2026). Selain berolahraga dan…

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika kini makin mengintai generasi muda tanpa memandang usia maupun latar…

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi mengobarkan perang terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal. Langkah…

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Belum genap dua tahun menahkodai Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterpa angin kencang. Hal itu, ditandai…

Sentuh Warga Prambon, Bupati Sidoarjo Tinjau Bedah Rumah dan Salurkan Bantuan Kursi Roda Bagi Warga Miskin di Pinggiran

Sentuh Warga Prambon, Bupati Sidoarjo Tinjau Bedah Rumah dan Salurkan Bantuan Kursi Roda Bagi Warga Miskin di Pinggiran

Sabtu, 01 Agu 2026 21:35 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menancapkan komitmennya dalam mempercepat penanganan kemiskinan dan peningkatan…

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendidikan karakter dan keberhasilan belajar anak tidak bisa hanya ditumpukan pada pundak sekolah. Menyadari krusialnya peran…