Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang ibu rumah tangga yang sekaligus sebagai guru ngaji, Askurnia ditemukan tewas dengan kondisi tubuhnya dipenuhi darah di rumahnya di Lingkungan Gajah, Kelurahan Magersari, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Saat ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan itu, sepeda motor korban juga dinyatakan hilang dari dalam rumah korban itu.
Sontak penemuan jenazah korban ini menyebabkan warga Magersari geger. Selain bersimbah darah di dalam kamar rumahnya saat ditemukan, selama ini korban juga tinggal sendiri di rumahnya itu.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara dan pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, dugaan sementara korban meninggal karena menjadi korban perampokan bersamaan hilangnya motor korban itu. Motor korban diduga dibawa kabur para pelaku pembunuhan itu.
Dugaan aksi perampokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia ini, kali pertama diketahui anak korban yang datang ke rumah korban. Karena rumahnya dalam keadaan sepi dan kondisi rumah dalam kondisi tertutup, anak korban berusaha masuk ke dalam rumah melalui plafon rumah itu.
Akhirnya, anak korban mengetahui ibunya sudah tewas di dalam kamar dengan kondisi tangan terikat dan leher tercekik serta bersimbah darah itu. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu, memeriksa beberapa saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk petugas mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Polda Jatim di Porong, Sidoarjo.
"Dugaan sementara berdasarkan hasil olah TKP, kami menduga aksi perampokan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini terjadi dalam waktu kurang dari 2 jam saat korban ditemukan tewas," ujar Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada republikjatim.com di lokasi kejadian.
Selain itu, Andaru mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Sedangkan untuk mencari tahu indikasi penyebab kematian korban, petugas juga melaksanakan pendalaman pemeriksaan tambahan saksi.
"Untuk sementara selain korban meninggal dunia, di TKP motor korban juga hilang. Makanya, petugas memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjaga warung kopi yang berada di depan rumah korban. Nanti kalau ada perkembangan dikabari," katanya.
Sementara akibat aksi sadis para pelaku perampokan disertai pembunuhan ini, membuat anak korban mengalami shock dan trauma berat. Hingga kini, anak korban masih belum bisa dimintai keterangan. Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini rumah korban ditutup untuk umum.
"Petugas memasang garis polisi di rumah korban untuk kepentingan pemeriksaan," jelasnya.
Sementara salah seorang tetangga korban tidak mengetahui persis kasus dugaan perampokan itu. Yang diketahui korban selama ini berprofesi sebagai guru ngaji.
"Yang saya ketahui korban sehari - harinya mengajari anak-anak Magersari untuk belajar ngaji. Itu saja, terkadang korban juga mengajar ngaji di mushola atau di tempat lainnya," tandas salah seorang tetangga korban. Hel/Waw
Editor : Redaksi