Pengakuan Pasangan Lansia Sidoarjo Menilai Program JKN Beri Jaminan Kesehatan Paling Jelas dan Profesional

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
JKN - Pasangan suami istri (Pasutri), Kayati (64) dan Suwito (62) duduk berdua di ruang tunggu RS Siti Khodijah Sidoarjo bercerita soal pengalamannya memanfaatkan Program JKN sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2, Jumat (03/11/2023).
JKN - Pasangan suami istri (Pasutri), Kayati (64) dan Suwito (62) duduk berdua di ruang tunggu RS Siti Khodijah Sidoarjo bercerita soal pengalamannya memanfaatkan Program JKN sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2, Jumat (03/11/2023).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan suami istri (Pasutri) duduk berdua di ruang tunggu RS Siti Khodijah Sidoarjo. Mereka adalah Kayati (64) dan Suwito (62) berbagi cerita soal pengalamannya dalam memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2.

Kayati mengawali ceritanya dengan mengungkapkan dirinya sangat bersyukur mendaftar Program JKN sejak awal dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tahun 2014 lalu.

"Alhamdulillah selama ini dari awal ada BPJS Kesehatan saya langsung mendaftar untuk sekeluarga dan selalu mendapat pelayanan yang baik," ujar Kayati kepada republikjatim.com, Jumat (03/11/2023).

Kayati menguraikan saat ini dia sedang mendapat pelayanan untuk ke Poli Mata dan baru saja melakukan tes laboratorium untuk memastikan kondisi matanya apakah sudah siap untuk dioperasi.

"Sekarang ini saya sedang perawatan mata. Karena di diagnosa katarak akibat penyakit diabetes yang saya derita. Dokter bilang mata saya harus dioperasi tapi masih melihat hasil lab dulu baru ditentukan tanggal operasinya," ungkap Kayati.

Warga Kebraon ini  juga menjelaskan sangat membutuhkan Program JKN. Hal ini karena rutin menggunakan untuk cuci darah. Dirinya juga menilai selain ke poli mata, Kayati juga rutin ke poli penyakit dalam dan cuci darah seminggu dua kali setiap hari Kamis dan hari Sabtu. Ibu dari tiga orang putra ini melanjutkan bahwa ia benar-benar bergantung kepada Program JKN sebagai penjamin biaya kesehatannya.

"Karena dengan kondisinya saat ini pasti membutuhkan biaya besar untuk pengobatan. Sedangkan suami sudah tidak bekerja, maka pasti kesulitan biaya kalau tindak memanfaatkan Program JKN. Alhamdulillah, dengan keadaan saya kalau tidak ada BPJS Kesehatan saya bingung membayar semua biaya pengobatan. Bapak juga sudah tidak kerja dan tidak mungkin saya ganggu anak-anak. Karena anak-anak juga sudah punya rumah tangga sendiri," urainya.

Kayati memiliki alasan mempercayakan kesehatannya pada Program JKN bukan mengikuti asuransi lain.

"Karena berdasarkan pengalamannya tidak mendapatkan pelayanan kesehatan seluas yang dijamin Program JKN," katanya.

Suami Kayati, Suwito menambahkan mereka pernah punya asuransi kesehatan lain tetapi kurang memuaskan.

"Sudah pernah saya ikut asuransi kesehatan lain tapi pengurusannya ribet, tidak seperti Program JKN yang lebih jelas dan lengkap untuk pelayanan kesehatan yang ditanggung, sebanyak dan sekompleks itu. Penyakit istri saya mulai dari cek rutin bulanan, cuci darah mingguan dan sekarang mau operasi semua dijamin. Selama ini juga tidak pernah diminta biaya tambahan apapun, cukup bayar iuran bulanan saja," papar Suwito.

Suwito menegaskan tidak pernah mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelayanan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun setelah dirujuk ke rumah sakit. Meski menggunakan Program JKN tidak pernah dibedakan pelayanannya oleh pihak fasilitas kesehatan.

"Iya pengalaman kami selama ini setiap berobat pakai JKN tidak pernah ada masalah. Asal sesuai prosedur untuk rujukan ke rumah sakit juga lancar, sampai rumah sakit dilayani sama seperti pasien lainnya jadi kita nyaman dan tenang saat menerima perawatan," kesan Suwito.

Sementara itu, Kayati dan Suwito sangat berterima kasih dengan adanya program kesehatan dari pemerintah berupa Program JKN ini. Tidak terbayangkan jika tidak ada program JKN. Harapan mereka Program JKN harus terus berlanjut, tidak ada alasan Program JKN tidak lanjut karena banyak orang yang sangat membutuhkan.

"Ya jelas harus terus dilanjutkan Program JKN. Karena sangat banyak yang butuh terutama yang tidak mampu. Tapi karena biaya kesehatan sangat mahal, saya yakin yang mampu pun juga butuh Program JKN. Jadi Program JKN harus tetap ada dan semoga semakin baik kualitasnya," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Ratakan Belasan Gubuk Prostitusi Liar, Satpol PP Sidoarjo Bakar Lokalisasi Krengseng Krian

Ratakan Belasan Gubuk Prostitusi Liar, Satpol PP Sidoarjo Bakar Lokalisasi Krengseng Krian

Senin, 03 Agu 2026 14:12 WIB

Senin, 03 Agu 2026 14:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memberantas praktek prostitusi dan peredaran Minuman Keras (Miras) kembali…

Wujud Nyata Jiwa Patriotik, Ketua PII Sidoarjo Sukses Ikuti Diklat Lemhannas RI Sekaligus Hibahkan Lampu Sorot Bandell

Wujud Nyata Jiwa Patriotik, Ketua PII Sidoarjo Sukses Ikuti Diklat Lemhannas RI Sekaligus Hibahkan Lampu Sorot Bandell

Senin, 03 Agu 2026 09:44 WIB

Senin, 03 Agu 2026 09:44 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Sidoarjo, Ir H Soegiono Adi Salam IPU berhasil menyelesaikan program…

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Sidoarjo memadati kawasan Monumen Jayandaru, Alun-alun Sidoarjo, Minggu (02/08/2026). Selain berolahraga dan…

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika kini makin mengintai generasi muda tanpa memandang usia maupun latar…

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi mengobarkan perang terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal. Langkah…

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Belum genap dua tahun menahkodai Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterpa angin kencang. Hal itu, ditandai…