Layanan Retribusi Manual Bakal Dihapus, Gus Muhdlor Siapkan Skema Retribusi Digital

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TANDA TANGAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menandatangani nota kesepahaman Implementasi Elektronifikasi Transaksi di lingkungan Pemkab Sidoarjo di Ballroom Hotel Luminor, Sidoarjo, Selasa (13/06/2023).
TANDA TANGAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menandatangani nota kesepahaman Implementasi Elektronifikasi Transaksi di lingkungan Pemkab Sidoarjo di Ballroom Hotel Luminor, Sidoarjo, Selasa (13/06/2023).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo dalam waktu dekat ini bakal menghapus layanan retribusi manual diganti skema retribusi digital. Untuk mempercepat realisasi program itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penarik retribusi menandatangani komitmen bersama dalam high level meeting bersama sejumlah OPD pemungut retribusi.

Pertemuan ini untuk berdiskusi bersama membahas Implementasi Elektronifikasi Transaksi di lingkungan Pemkab Sidoarjo di Ballroom Hotel Luminor, Sidoarjo, Selasa (13/06/2023).

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang akrab disapa Gus Muhdlor juga meminta sinergisitas elektronifikasi antar dinas berjalan secara holistik dalam menyelesaikan permasalahan dan memberikan mutu pelayanan yang berkualitas.

Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemkab Sidoarjo selaku koordinator menghadirkan Kabag Organisasi, Kejari, Bank Jatim, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), perwakilan Mendagri serta tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Gus Muhdlor mengatakan saat ini sejumlah instansi tidak bisa lepas dari digitalisasi. Terutama, dalam lingkup pemerintahan. Selain itu, elektronifikasi juga dapat memangkas birokrasi yang berbelit menjadi lebih mudah.

"Digitalisasi sudah menjadi kewajiban sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pendapatan," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Selasa (13/06/2023).

Menurut Gus Muhdlor, sudah tidak jamannya memberikan pelayanan dan peningkatan pendapatan berbasis manual. Sehingga hal ini yang menjadi penghambat dalam proses percepatan pembangunan.

"Semakin kita menghindari banyak meja atau birokrasi yang berkepanjangan, maka semakin lebih profesional dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sudah tidak jamannya memberikan pelayanan manual seperti karcis yang disobek atau birokrasi yang ribet dan berbelit semua harus menerapkan digitalisasi," imbuh Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Selain itu, sejumlah OPD penghasil retribusi juga berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengimplementasi elektronifikasi transaksi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Hal ini ditandai dengan penandatanganan bersama terkait komitmen penagihan piutang bersama Kajari Sidoarjo dan penandatanganan komitmen Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) oleh OPD penghasil retribusi.

"Semua harus siap untuk memasuki era digital," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Sementara Kepala BPBD Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono menambahkan pembayaran elektronik sudah menjadi rujukan nasional melalui Bank Indonesia (BI) dan Mendagri.

"Sebenarnya semua transaksi pembayaran dari sisi pendapatan utamanya. Misalnya dinas yang memungut retribusi memang ada beberapa yang belum menerapkan digitalisasi. Kalau pajak sudah 100 persen menerapkan digitalisasi," papar Ari Suryono.

Selain itu, pihaknya menguraikan tujuan dari high level meeting yang digelar ini bertujuan menyelaraskan pembayaran dan pelayanan berbasis digitalisasi oleh organisasi perangkat daerah.

"Ini penekanannya di tingkat OPD dulu untuk sosialisasi. Nanti bergantung masing-masing OPD. Semoga pelayanan dinas yang masih menggunakan cara konvensional dapat mengikuti perkembangan zaman digital," jelas mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Sidoarjo ini.

Sementara Direktur Kepala Group Sistem Pembayaran, Pengelolaan uang Rupiah dan Manajemen intern Bank Indonesia, Bandoe Widiarto mengapresiasi peningkatan pemahaman kepala OPD terkait manfaat digitalisasi dalam sistem pemerintahan.

"Dari BI sendiri memang mendorong digitalisasi. Kami mendorong tiga hal yaitu digitalisasi bantuan sosial, digitalisasi transaksi pemerintahan daerah dan digitalisasi transportasi," ungkap Bandoe.

Bandoe menguraikan digitalisasi transaksi pemerintahan daerah menjadi sangat penting, mengingat dapat meningkatkan penghasilan asli daerah (PAD) dan mewujudkan e-Government yang berkualitas dengan menerapkan satu pintu lewat digitalisasi. Bandoe menilai Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Sidoarjo mencapai angka 98 persen dari 100 persen yang meliputi semua aspek. Hal itu, untuk menuju angka 100 persen OPD di Sidoarjo harus selaras secara bersamaan menggunakan alat pembayaran elektronik.

"Misalnya transaksi retribusi yang masih menerapkan cara konvensional dengan karcis ini diarahkan untuk menggunakan elektronik. Pemkab Sidoarjo terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel serta keandalan pelayanan publik yang berkualitas melalui e-Government," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Pastikan Tepat Sasaran, Wabup Mimik Idayana Turun Bagikan 30 Kilogram Beras Bagi Warga Tulangan dan Krembung

Pastikan Tepat Sasaran, Wabup Mimik Idayana Turun Bagikan 30 Kilogram Beras Bagi Warga Tulangan dan Krembung

Rabu, 09 Sep 2026 20:20 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 20:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemkab Sidoarjo dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan secara nyata. Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo,…

Bikin Kagum Wabup Sidoarjo, TPST Krembung Mampu Olah Sampah Tanpa Bau dan Rampung Dalam 3 Jam

Bikin Kagum Wabup Sidoarjo, TPST Krembung Mampu Olah Sampah Tanpa Bau dan Rampung Dalam 3 Jam

Rabu, 09 Sep 2026 17:31 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah konkret Pemerintah Desa (Pemdes) Krembung dalam mengelola sampah mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten…

Respon Keluhan Warga, Bupati Subandi Tampung Aspirasi Kades Candi dan Tanggulangin, Targetkan Tuntas Perbaikan 3 Bulan

Respon Keluhan Warga, Bupati Subandi Tampung Aspirasi Kades Candi dan Tanggulangin, Targetkan Tuntas Perbaikan 3 Bulan

Rabu, 09 Sep 2026 17:05 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:05 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus bergerak cepat menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan ancaman…

Proyek Flyover Gedangan Makin Dekat Realisasinya, Pemkab dan BPN Sidoarjo Mulai Ukur 122 Bidang Lahan Terdampak

Proyek Flyover Gedangan Makin Dekat Realisasinya, Pemkab dan BPN Sidoarjo Mulai Ukur 122 Bidang Lahan Terdampak

Selasa, 08 Sep 2026 21:41 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 21:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah nyata untuk mengurai simpul kemacetan parah di jalur utama Surabaya - Sidoarjo terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten…

Elektabilitas Partai Gerindra Naik 14,4 Persen di Sidoarjo, Rahmat Muhajirin : Bukti Program Presiden Diterima Warga

Elektabilitas Partai Gerindra Naik 14,4 Persen di Sidoarjo, Rahmat Muhajirin : Bukti Program Presiden Diterima Warga

Selasa, 08 Sep 2026 20:48 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tren positif terus ditunjukkan oleh Partai Gerindra di Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Accurate…

Perketat Standar Makanan Santri dan Siswa, Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas Khusus Awasi Program MBG di Kota Delta

Perketat Standar Makanan Santri dan Siswa, Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas Khusus Awasi Program MBG di Kota Delta

Selasa, 08 Sep 2026 20:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas dan responsif untuk menjamin keamanan serta kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).…