Sidoarjo (republikjatim.com) - Jalan Raya Desa Sumokali hingga di barat Fly Over Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Sidoarjo tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa, Minggu (16/04/2023) malam. Langganan banjir ini selain disebabkan guyuran hujan selama satu jam sejak Minggu sore juga disebabkan buruknya drainase yang ada di kanan kiri jalan utama dari Desa Sepande menuju Desa Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo itu.
Akibat banjir itu, kemacetan panjang tidak bisa terelakkan. Apalagi, banyak pengguna jalan terutama yang menggunakan sepeda motor meragukan bisa melintasi banjir sepanjang hampir 500 meter itu. Para pengendara motor khawatir motornya justru macet (mogok) saat menerabas banjir itu.
"Sebenarnya kalau pengendara motor tidak ragu motornya mogok, tidak ada kemacetan panjang dari barat Flyover Tenggulunan sampai timur atau pertigaan Tenggulunan," ujar salah seorang pengendara motor, Masduki kepada republikjatim.com, Minggu (16/04/2023) malam.
Lebih jauh, pria berusia 45 tahun ini menguraikan kemacetan diperparah adanya pengendara motor yang memotong jalan di barat Flyover Tenggulunan. Mereka melintasi jalan depan ruko perumahan di samping Flyover Tenggulunan. Kemudian pengendara motor langsung memotong masuk Flyover.
"Mereka (para pengendara motor) terpaksa memotong jalan pintas itu karena ketakutan motornya mogok di tengah genangan air banjir itu," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan, Agus. Penjual makanan di sekitar lokasi banjir ini mengungkapkan jika banjir itu disebabkan hujan deras sejak Minggu sore. Bahkan banyak pedagang yang mengeluh hasil jualannya merosot drastis karena adanya hujan deras disusul banjir itu.
"Jualan lebih sepi, karena banjir ini langganan. Hal ini yang menyebabkan para pengguna jalan terutama motor dan mobil enggan berhenti di tengah-tengah jalan yang banjir ini. Akibatnya hasil penjualan saya dan teman-teman pedagang kaki lima lainnya merosot drastis setiap hujan deras. Karena kalau hujan dipastikan jalan akan tergenang banjir," tegasnya.
Apalagi, gorong-gorong atau saluran drainase di kanan kiri jalan utama itu tak mampu menampung air hujan.
"Saluran drainase dan gorong-gorong disini sudah dangkal. Makanya tak bisa menampung air hujan dan air tidak bisa mengalir ke saluran air hingga menggenangi jalan raya ini," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi