Dikira Tidur Pulas, Nahkoda Kapal Bahtera Utama Tewas Mendadak di Atas Kapal

republikjatim.com
EVAKUASI - Nahkoda kapal Bahtera Utama yang tewas mendadak di kapal dievakuasi petugas untuk dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder, Gresik, Rabu (01/03/2023).

Gresik (republikjatim.com) - Seorang nahkoda kapal layar Bahtera Utama yang bersandar di Pelabuhan Rakyat Gresik ditemukan tewas di atas kapalnya, Rabu (01/03/2023) pagi. Korban meninggal ini tak lain adalah Mohamad Amin warga asal Sulawesi.

Usai dievakuasi jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder, Gresik.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Korban diketahui meninggal dunia kali pertama ditemukan oleh ABK kapal Bahtera Utama. Awalnya, korban dikira masih tidur ternyata setelah dibangunkan sudah tidak bernyawa lagi.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya malam harinya korban masih bercengkrama dengan kerabat dan teman temanya. Usai mengetahui korban sudah tidak bernyawa, rekan korban langsung menghubungi Petugas Pelabuhan Dan keluarganya. Termasuk petugas KSOP Gresik (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) dan Polisi KP3.

Baca juga: APH Sidoarjo Kecolongan, Gudang Penadah Motor Curian Digrebek Petugas Polrestabes Surabaya di Jumputrejo Sukodono

Para petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Pihak kepolisan tidak menemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh korban. Karena itu, jenazah korban langsung dievakuasi dengan tandu dan dibawa mobil ambulan menuju kamar mayat Rumah Sakit Ibnu Sina Bunder, Gresik.

"Korban sudah mengidap penyakit gula dan asam urat sudah cukup lama. Bahkan dari pihak kepolisan sudah menyaksikan dan memeriksa luar tubuh korban tidak ditemukan tanda - tanda bekas penganiayaan dan kekerasan," ujar perankan PT Alam Barito Agen Kapal Bahtera Utama, Abdul Rozak kepada republikjatim.com, Rabu (01/03/2023).

Baca juga: Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Pengendara Motor Asal Bakung Pringgodani Balongbendo Tewas di TKP

Selain itu, Rozak menjelaskan jika kematian korban adalah kematian yang wajar. Meski tergolong sangat mendadak.

"Korban meninggal dengan wajar karena penyakit yang dideritanya. Kami dari perusahaan dengan sepenuh hati bertanggung Jawab menyangkut proses evakuasi sampai pengiriman jenazah ke rumah duka di Sulawesi," tangannya. Ris/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru