Sidoarjo (republikjatim.com) - Beragam cara dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan itu berdasarkan tradisi di masing-masing daerah.
Salah satunya di Desa Cemengbakalan, Kecamatan Sidoarjo. Kali ini ummat muslim menggelar Pasar Malam (pasar dadakan) di area kampung padat penduduk itu. Hasilnya, warga setempat antusias menggelar berbagai produk UMKM yang dijajakan di sepanjang jalan desa itu.
Dalam pembukaan Pasar Malam (pasar dadakan) ini diisi kegiatan sosial yakni pemberian santunan untuk 50 anak yatim piatu. Sebelum pembagian santunan, pihak panitia dan Pemdes Cemengbakalan serta tamu undangan disuguhi tampilan atraksi pencak silat Pagar Nusa diiringi alunan terbang jidor untuk nguri-nguri budaya Indonesia.
Kepala Desa Cemengbakalan, Samsul Huda mengucapkan rasa terima kasih kepada Wakil Bupati Sidoarjo (Subandi) karena sangat peduli terhadap anak-anak, khususnya anak yatim piatu yang ada di Desa Cemengbakalan.
"Kami ucapkan matur suwun, Barakallah. Kepada masyarakat dan donatur yang telah memberikan sebagian rejekinya untuk diberikan kepada anak-anak yatim piatu yang ada di Desa Cemengbakalan yang kita cintai," ujar Samsul Huda kepada republikjatim.com, Rabu (05/10/2022) malam.
Selain itu, tidak ada kata yang patut diucapkan selain peningkatan rasa syukur kepada Allah SWT. Termasuk senantiasa memanjatkan shalawat dan salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah menjadi suri tauladan.
"Hingga kita bisa membedakan mana agama yang haq dan yang bathil," ungkapnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi menilai kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar bersama. Apalagi, sudah 2 tahun lebih tidak bisa melaksanakan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW karena situasi pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah hari ini kita bersama sama mengikuti Pasar Malam dan santunan anak yatim piatu," katanya.
Subandi menjelaskan jika melihat anak yatim piatu, pihaknya selalu mengingatkan kembali sebagai tugas bersama untuk memenuhi hak pendidikannya. Selain itu, mengantarkan dan membimbing anak yatim piatu yang ada di desa.
"Itu tanggung jawab kita semua termasuk Kepala Desa. Tadi saya matur suwun seluruh yang hadir masih mampu mendampingi anak yatim piatu yang sholeh sholehah itu," ungkapnya.
Sementara salah satu anak Yatim piatu, Fadil yang duduk di kelas 2 SDN Cemengbakalan mengaku ibunya sudah meninggal dunia saat dirinya masih kecil (baru lahir).
"Mendapat santunan ini, saya merasa senang sekali. Rencananya untuk memenuhi kebutuhan sekolah," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi