Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 1.635 siswa dan siswi sekaligus para guru SMK YPM 8 Sidoarjo Bershalawat. Kegiatan ini, selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah juga sekaligus untuk mendoakan ratusan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Kegiatan bertema Maulid Nabi Muhammad SAW Cinta dan Senangkan Rasul di SMK YPM 8 Sidoarjo menjadi puncak acara. Sebelumnya para siswa mengikuti rangkaian acara Maulid Nabi Muhammad SAW dengan lomba bershalawat, adzan dan membaca Al Qur'an sejak Senin (03/10/2022).
Selain itu, acara juga dilengkapi pembacaan shalawat Jibril yang dipimpin Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto. Dilanjutkan dengan tausiyah soal Maulid Nabi yang disampaikan KH Mahfud Siddiq, dilanjutkan doa dan pembagian dua buah-buahan yang disiapkan di kanan kiri panggung utama acara.
"Ini kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai puncak acara. Kalau kemarin ada beberapa lomba antar kelas termasuk lomba shalawatan. Kali ini kami kemas menjadi satu. Yakni kita bershalawat dan kita masukkan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kasih sayang," ujar Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto kepada republikjatim.com, Kamis (06/10/2022).
Pendidik yang akrab disapa Doktor Kis ini menjelaskan acara YPM 8 Sidoarjo Bershalawat langsung disambung dengan doa bersama untuk 131 korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Alasannya, doa bersama itu menunjukkan para siswa, siswi dan guru SMK YPM 8 Sidoarjo turut duka cita mendalam serta merasakan keprihatinan yang mendalam.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Kemarin kita semua berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kita mencontoh Rasulullah dengan berbagai kasi sayang melalui doa bersama ini. Salah satu bentuknya doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan. Ini menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Kita tidak ngomong daerah dan wilayah, tapi Indonesia. Kami mendoakan almarhum dan almarhumah korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang," ungkapnya.
Kisyanto mengaku sebagai Bonek Mania dirinya dan seluruh civitas akademika SMK YPM 8 Sidoarjo merasakan kepedihan dan keprihatinan mendalam dalam tragedi sepakbola itu. Karena itu, dalam acara shalawat dan doa bersama itu melibatkan seluruh siswa, siswi, guru dan para pegawai di SMK YPM 8 Sidoarjo ini.
"Ribuan siswa kami membawa bekal sendiri dan dimakan sendiri. Tapi konsepnya tetap Fun School and Grup Mindset. Tapi tetap dalam kondisi bahagia dalam nilai-nilai pembelajaran. Begitu juga dengan dua hubungan buah besar itu usulan para siswa dan siswi bukan dari pimpinan atau pun guru," pungkas Ketua MKKS SMK Swasta ini.
Sementara para siswa semakin merasakan bahagia dengan rebutan dua gunungan buah berukuran besar. Namun tetap dalam semarak dan teratur saat berebut dan berbagi berbagai macam buah-buahan itu. Hel/Waw
Editor : Redaksi