Surabaya (republikjatim.com) - Kakanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji bertandang ke Gedung Negara Grahadi untuk bersilahturahmi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (24/06/2022) malam. Kedua pimpinan itu membahas isu-isu terkini dan saling berkomitmen untuk meningkatkan sinergitas kerjasama.
"Sinergitas yang akan kami jalin tentu dari berbagai aspek. Khususnya di bidang pelayanan hukum," ujar Zaeroji kepada republikjatim.com, Jumat (24/06/2022) malam.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Terima Penyerahan Bayi Laki-Laki yang Ibunya Meninggal di Rutan Perempuan Porong
Pria kelahiran Samarinda ini menjelaskan jajarannya siap berkolaborasi, bersinergi dan lebih berperan aktif bekerjasama dengan Pemprov Jatim. Sebagai kepanjangan tongkat estafet dari Kementerian Hukum dan HAM RI, Zaeroji menilai pihaknya senantiasa membuka diri untuk turut bekerja bersama dengan seluruh stakeholder.
"Salah satu tujuannya untuk memajukan sektor perekonomian dan pariwisata di Jatim," ungkapnya.
Menurut Zaeroji, over kapasitas sudah menjadi masalah yang kompleks di Lapas dan Rutan. Karena itu, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) yang menjadi pelaksana unsur eksekutif di daerah.
"Kami berharap ada kolaborasi kinerja agar bisa meringankan dampak dari masalah overkapasitas itu," pintahnya.
Tidak hanya itu, Zaeroji juga memastikan jajaran Lapas dan Rutan turut berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di Jatim. Terutama, untuk menciptakan hunian yang lebih representatif.
"Salah satunya melalui relokasi lahan Lapas maupun Rutan. Kami berencana merelokasi Lapas yang ada di tengah kota ke tempat yang lebih tenang dan luas di pinggiran kota. Tujuannya, agar pembinaan lebih optimal," tegasnya.
Salah satu Lapas yang direncanakan akan direlokasi adalah di Blitar. Pemkot Blitar dan Kanwil Kemenkumham Jatim berencana merelokasi Lapas Kelas IIB Blitar yang sudah kurang ideal itu. Lapas yang berdiri sejak 1881 (141 tahun) itu akan dipindah ke lahan hibah milik Pemkot Blitar di Kelurahan Sentul.
"Rencana itu, mendapat tanggapan positif dari Gubernur Khofifah. Orang nomor satu di Jatim ini berjanji akan memberikan atensi lebih kepada Lapas dan Rutan. Salah satunya, berjanji memberikan bantuan ambulance untuk Rutan Surabaya di Medaeng. Kami harap bantuan itu bisa meningkatkan kualitas pelayanan tahanan di Rutan Surabaya," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Tekankan Pentingnya Akurasi Data Sebagai Upaya Pemberantasan Narkoba di Kota Delta
Sementara dari aspek keimigrasian, Khofifah berharap pelayanan keimigrasian terus ditingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing. Karena, saat ini lalu lintas orang asing mulai aktif dan padat. Khofifah berharap iklim investasi dan perekonomian di Jatim dapat meningkat seiring dibukanya penerbangan luar negeri.
"Tapi harus dibarengi dengan situasi sosial masyarakat yang stabil. Kami juga sangat mengapresiasi kinerja imigrasi dalam menyelesaikan administrasi dokumen peserta haji," jelasnya.
Sementara dalam pertemuan itu, Zaeroji didampingi Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo, Kepala Kantor Imigrasi Surabaya Chicco Ahmad Muttaqin dan Kabid HAM Wiwit Iswandari. Sedangkan pihak Pemprov hadir pula Kepala Biro Hukum, Lilik Pudjiastuti dan Kepala Disnaker, Himawan Estu Bagijo. Hel/Waw
Editor : Redaksi