Lapas Porong Bongkar Benda Mudah Terbakar, Demi Ciptakan Kamar Hunian WBP Lebih Nyaman

republikjatim.com
BERSIHKAN - Lapas Kelas I Surabaya di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo melakukan bersih-bersih kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terutama barang berpotensi menciptakan kebakaran, Senin (13/06/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lapas Kelas I Surabaya yang terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo melakukan bersih-bersih kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (13/06/2022).

Tujuannya, membongkar barang-barang yang berpotensi menciptakan kebakaran. Khusunya yang berada di dalam blok hunian WBP.

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

Kepala Lapas I Surabaya Jalu Yuswa Panjang yang memimpin jajarannya menyatakan langkah ini menjadi tindak lanjut atas perintah Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Zaeroji.

"Petunjuk dari Bapak Kakanwil, beliau berharap Lapas dan Rutan melakukan mitigasi risiko menghadapi musim kemarau," ujar Jalu Yuswa Panjang kepada republikjatim.com, Senin (13/06/2022).

Berbagai risiko yang bisa timbul saat musim kemarau, kata Jalu adalah ketersediaan air bersih hingga potensi terjadinya kebakaran. Untuk masalah air bersih masih relatif bisa terkendali. Karena selama ini, untuk urusan air bersih, kondisi di Porong sangat mendukung.

"Alhamdulillah, air tanah di Porong termasuk baik. Makanya, sudah cukup memenuhi kebutuhan warga binaan," imbuhnya.

Sedangkan untuk potensi kebakaran, pihaknya memberikan atensi kepada kamar hunian warga binaan. Karena, tutur Jalu, keselamatan warga binaannya menjadi prioritas utama.

Baca juga: Geger Klaim Dukungan Jelang Muscab PKB Sidoarjo, PCNU dan MWCNU Tegaskan Netral Tak Dukung Subandi di Acara Bukber

"Untuk itu kami bersih-bersih, agar barang-barang yang berpotensi menciptakan kebakaran bisa dikeluarkan terlebih dahulu," tegasnya.

Sejumlah benda yang dimaksud seperti kayu, plastik dan kertas yang mudah terbakar. Petugas membersihkan sekaligus menertibkan kamar hunian yang ada di semua blok hunian. Termasuk bersih-bersih dan mengembalikan fungsi hunian yang ada agar warga binaan bisa merasa semakin nyaman.

Baca juga: DPAC PKB Mulai Bantah Klaim Subandi, Sebut Tak Ada Dukungan Kembali Pimpin PKB Sidoarjo Justru Buka Lpj Dana Banpol

"Kegiatan ini dapat terlaksana dengan cepat dan kondusif karena warga binaan kooperatif untuk melaksanakan instruksi yang diberikan petugas. Barang-barang hasil bersih-bersih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terdekat. Barang-barang yang mudah terbakar, akan diangkut truk dan dibuang ke TPA agar barang-barang itu tidak kembali lagi," jelasnya.

Sementara program bersih-bersih dan penertiban ini juga akan dilaksanakan secara berkala. Hal ini untuk menciptakan ruang yang lebih luas untuk warga binaan.

"Ketika ada proses distribusi dari satker lain, kami bisa lebih siap menerima. Apalagi, saat ini Lapas Surabaya dihuni 1.977 warga binaan. Dari kapasitas hunian sebesar 1.050 orang," tandasnya. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru