3.264 Jiwa Warga Sidoarjo Masuk Kategori ODJG, Wabup Pastikan Tak Ada Lagi ODGJ Terpasung

republikjatim.com
KUNJUNGI - Wakil Bupati Subandi mengunjungi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODJG), Slamet warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran yang sudah dipasung keluarganya selama 20 tahun, Jumat (11/03/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi memastikan tidak akan ada lagi warga Sidoarjo yang terpasung meski menjadi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Alasannya, Pemkab Sidoarjo bakal membantu memberikan penanganan medis seperti pemberian obat dan kunjungan rutin ke rumah warga yang menjadi ODGJ.

Bekerja sama dengan DPRD serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, Subandi memastikan ODGJ di sejumlah desa di Sidoarjo sudah dibebaskan. Subandi meminta kepada Dinas sosial untuk lebih memperhatikan lagi keberadaan ODGJ di Sidoarjo. Termasuk soal perawatan medis hingga hak-haknya juga harus diberikan.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Kami berupaya memastikan jika para ODGJ di Sidoarjo mendapatkan haknya. Kalau keluarganya tidak mampu, Pemkab Sidoarjo menyiapkan perawatan melalui dinas terkait," ujar Subandi kepada republikjatim.com, Jumat (11/03/2022).

Slamet warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran menjadi salah satu ODGJ yang dikunjungi Wabup Sidoarjo beserta rombongannya. Slamet dipasung keluarganya selama 20 tahun dengan dimasukkan ke dalam ruangan kecil dengan kondisi memprihatinkan.

"Pak Slamet ini dipasung sudah 20 tahun dan sempat dirawat RS Menur Surabaya. Tetapi pihak keluarga memilih untuk merawatnya sendiri. Saya berharap Pemkab Sidoarjo melalui dinas terkait harus tetap berperan memastikan hak dan kesehatannya para ODJG," pintahnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Subandi meminta kepada seluruh stakeholder dapat bekerjasama agar tidak ada lagi ODGJ di Sidoarjo yang dipasung. Peran Pemerintah Desa (Pemdes) sebagai ujung tombak yang lebih mengetahui kondisi warganya juga sangat dibutuhkan. Terutama dalam pendataan dan pelaporannya.

"Kalau memang ada warga tak mampu Kadesnya harus segera merespon dan mendampingi warga itu agar selanjutnya diteruskan dinas terkait di Pemkab Sidoarjo," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman mengungkapkan ODGJ di Sidoarjo berdasarkan datanya kurang lebih 3.264 jiwa. Ribuan orang itu tersebar di 18 wilayah kecamatan.

"Gangguan jiwa itu, disebabkan banyak hal dan faktor. Seperti faktor ekonomi, sosial, asmara dan keturunan. Sebagian besar sudah ditangani rumah sakit jiwa dan mendapat kiriman obat rutin dari puskesmas setempat," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru