DPD IMM Jatim Restui Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Musyda, Asal Diizinkan Bupati

republikjatim.com
PEMBUKAAN - Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah (Musyda) ke XXI DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memastikan bisa dilaksanakan di Sidoarjo asal mendapatkan izin Bupati Sidoarjo, Sabtu (30/10/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Para Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur berencana bakal menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke XXI. Rencananya, Sidoarjo menjadi salah satu pilihan yang akan dijadikan tuan rumah forum yang digelar untuk memilih jajaran pengurus baru sekaligus pertanggungjawaban pengurus periode yang berakhir Tahun 2021 ini.

"Kami mempersilahkan Sidoarjo untuk dapat menjadi tuan rumah Musyda. Tapi, syaratnya harus terpenuhi," ujar Ketua DPD IMM Jatim Andreas Susanto kepada republikjatim.com, saat menghadiri Pembukaan Musycab PC IMM Sidoarjo, Sabtu (30/10/2021).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Andreas menjelaskan syarat menjadi tuan rumah Musyda yang harus dipenuhi adalah mengantongi izin dari pemerintah daerah atau Bupati Sidoarjo. Alasannya, DPD IMM Jatim masih sangat mempertimbangkan Musyda di tengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung saat ini.

"Sekali lagi, silahkan Sidoarjo menjadi tuan rumah Musyda kalau memang sudah siap. Termasuk siap mendapat izin dari kepala daerah (Bupati Sidoarjo) sebagai Ketua Satgas Covid-19," pintahnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Selama ini, kata Andreas DPD IMM Jatim telah menorehkan pencapaian luar biasa dari tahun ke tahun. Salah satunya mengantarkan kader terbaiknya memimpin DPP IMM.

"Sudah selama tiga periode terakhir, Ketua DPP IMM berasal dari Jatim. Ini menjadi bukti kader-kader IMM Jatim sangat diperhitungkan di tingkat nasional," tegasnya.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Selain mengantarkan kader terbaiknya, Andreas juga mengapresiasi upaya kader-kader IMM Jatim yang berhasil membuat perubahan redaksional tujuan IMM pada Muktamar beberapa waktu lalu. Diskusi merubah tujuan IMM dinilai cukup ekstrim karena menyangkut dasar organisasi itu berdiri. Karena itu, pihaknya memaklumi adanya pertentangan keras di tingkat nasional usai adanya perubahan itu.

"Perubahan yang dimaksud adalah mengganti Mengusahakan Akademisi Islam menjadi Mewujudkan Intelektual Islam. Karena sudah 50 tahun IMM berdiri. Tetapi masih mengusahakan. Inilah saatnya IMM tampil untuk mewujudkan tujuan-tujuan dari gerakan," pungkasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru