Gandeng 25 Industri, Job Matching di SMK YPM 8 Sidoarjo Diikuti Ribuan Lulusan SMK Diapresiasi Dindik Jatim

republikjatim.com
SAMBUTAN - Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Pemprov Jatim Ramlianto membuka program Job Matching yang dilaksanakan SMK YPM 8 Sidoarjo bekerjasama dengan 25 industri yang diikuti ribuan lulusan SMK, Senin (21/06/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - SMK YPM 8 Sidoarjo yang ada di JL Raya Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo menggelar acara Job Matching (rekrutmen tenaga kerja). Acara itu digelar YPM 8 Sidoarjo dengan menggandeng sekitar 25 industri yang ada di Jawa Timur.

Hasilnya, puncak acara Job Matching itu diikuti ribuan peserta dari lulusan SMK se Jawa Timur. Karena itulah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Pemprov Jatim, Ramlianto mengapresiasi kegiatan itu. Apalagi, kegiatan ini digelar secara rutin oleh SMK YPM 8 Sidoarjo setiap musim kelulusan siswa SMK.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Kami berharap para siswa SMK dan alumni SMK memanfaatkan program Job Matching ini. Karena program ini sebagai jembatan untuk mencari kerja, mengukur kemampuan masuk Dunia Industri dan Dunia kerja (Dudika) bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujar Sekretaris Dindik Pemprov Jatim, Ramlianto saat membuka program Job Matching di SMK YPM 8 Sidoarjo, Senin (21/06/2021).

Saat ini, kata Ramlianto ada ribuan lapangan pekerjaan yang disiapkan dalam Job Matching ini. Apalagi, ada 25 industri yang siap menampung para alumni dan lulusan SMK se Jatim. Menurutnya, Job Matching menjadi akhir (ending) dari proses pembelajaran di sekolah fokasi.

"Disinilah siswa-siswi lulusan SMK membuktikan diri mampu menunjukkan kompetensinya atau cocok dengan dunia industri dan dunia kerja secara langsung. Karena program ini bukti pendidikan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," imbuhnya.

Ramlianto menguraikan program Job Matching ini sangat bermanfaat bagi lulusan SMK. Tidak hanya bermanfaat bagi para pencari kerja saja, tetap juga bermanfaat bagi sekolah dan Dinas Pendidikan. Karena ini bisa menjadi bahan evaluasi. Yakni setiap lulusan SMK bisa kompeten dibutuhkan dunia industri dan dunia kerja.

"Sebenarnya setiap SMK sudah adanya Lembaga Bursa Kerja Khusus (BKK). Tetapi ada sebagian sekolah yang melakukan efisiensi dengan memilih bergabung dengan sekolah lainnya. Kebetulan di SMK YPM 8 Sidoarjo ini sangat aktif menyelenggarakan bursa kerja. Sehingga lulusan sekolah lain bisa bergabung disini," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Fenny Apridawati yang menghadiri acara Job Matching menilai jika program ini sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

"Karena bisa masuk dalam program maupun visi dan misi membuka 100.000 lapangan kerja baru yang diharapkan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo," ungkapnya.

Sementara Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto menegaskan dalam dua tahun terakhir ini kualitas mental siswa masih di bawah standar. Yakni karena masa pandemi Covid-19 tidak bisa langsung memupuk mental siswa. Apalagi, untuk penguatan karakter soft skill dan lainnya dari siswa itu butuh secara langsung.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

"Butuh pembelajaran langsung dan butuh percontohan langsung. Sehingga tidak bisa dilakukan dengan cara pembelajaran daring," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Kisyanto mulai hari ini para siswa sudah dilatih lapangan secara bertahap melalui program dua kelas, dua kelas karena kondisi masih pandemi Covid-19. Dalam dua tahun pembelajaran daring, bukan hanya melemahkan karakter, tetapi fisik siswa juga menjadi keluhan pihak industri.

"Kami tetap berupaya semaksimal mungkin dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Job Matching kali ini kami sudah bekerjasama dengan 25 industri. Untuk pelaksanannya kami lakukan satu per satu agar tidak terjadi kerumunan. Khusus untuk hari ini kami laksanakan dengan 10 industri. Hari ini memang pelaksanaan terakhir. Pesertanya juga dari berbagai lulusan SMK di Sidoarjo dan sekitarnya," tandas Sekretaris MKKS SMK Swasta Jawa Timur ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru