Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga kelurahan se Sidoarjo, kali ini mendapat bantuan bagi warga terdampak penanganan Covid-19. Padahal, selama setahun terakhir hanya warga desa yang mendapat bantuan dampak Covid-19 itu.
Bantuan bagi keluarga penerima manfaat penanganan dampak Covid-19 itu diserahkan secara langsung oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Kelurahan Geluran, Kecamatan Taman dan Kelurahan Tambakkemeraan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Sabtu (08/05/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kepala Sub Bagian Bina Pemerintahan Kecamatan, Vira Murti Krida Laksmi mengatakan bantuan ini serentak diserahkan di 27 kelurahan se Sidoarjo. Menurutnya, seharusnya ada 28 kelurahan. Hanya saja satu kelurahan tertinggal karena ada kekosongan pimpinan jadi belum bisa mencairkan bantuan dampak Covid-19 ini.
"Tapi akan segera menyusul minggu depan bantuannya. Saat ini, ada 100 orang penerima bantuan ini di masing- masing kelurahan. Total ada 2.800 orang di kelurahan se Sidoarjo yang menerima bantuan manfaat penanganan Covid-19 ini," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (08/05/2021).
Menurut Vira para penerima bantuan kali ini adalah keluarga penerima manfaat.
"Para penerima hari ini diluar dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang terdaftar di Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo," imbuhnya.
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menghimbau Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk memperkuat DTKS. Diluar DTKS ini akan diupayakan untuk menerima bantuan.
"Bantuan ini bukan masalah nilainya, tapi bentuk perhatian Bupati dan Wakil Bupatinya terhadap masyarakat Sidoarjo," tegasnya.
Gus Muhdlor menekankan kepada kepala kelurahan untuk SLRT ini dijalankan dengan baik. Terutama untuk validasinya agar yang tidak mendapat BPNT, BLT, dan PKH bisa diusulkan.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Untuk bantuan keluarga penerima manfaat ini akan dicairkan per bulan hingga bulan Desember 2021 mendatang," jelasnya.
Sementara dalam kesempatan itu, Gus Muhdlor menegaskan soal pelaksanaan Idul Fitri 1442 Hijriyah, meminta masyarakat untuk tetap kompak dan bersatu. Sekaligus menyusun agar salat Idul Fitri tidak sampai gagal seperti tahun lalu.
"Kami akan menyiapkan agar salat Idul Fitri tetap dilaksanakan asal menerapkan protokol kesehatan ketat. Kalau dilaksanakan di masjid jamaah jangan lebih dari 50 persen. Kalau lebih bisa dialihkan ke musala atau tempat lainnya," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi