Omzet Pedagang Pasar Eks Stasiun Ponorogo Naik Usai Pagar Dibongkar

republikjatim.com
NAIK - Dampak pembongkaran pagar pasar eks Stasiun Ponorogo membuat omzet para pedagang naik dua kali lipat, Kamis (11/03/2021).

Ponorogo (republikjatim.com) - Para pedagang Pasar Eks Stasiun Ponorogo di JL Soekarno - Hatta bernafas lega. Apalagi, omzetnya bisa naik dua kali lipat setelah Pemkab Ponorogo dibawah kepemimpinan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita membongkar pagar yang terbuat dari besi di depan pasar itu, Selasa (03/03/2021) kemarin.

Paska pagar pasar dibongkar para pedagang yang setiap hari mengais rezeki berdagang di dalam Pasar Eks Stasiun merasakan perubahan omzetnya. Perubahan pendapatan itu, sejak pagar pasar dibongkar.

Baca juga: Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tolak Pembelaan Sugiri, Sidang Korupsi Proyek di RSUD Ponorogo Dilanjut Pembuktian

Hal itu, salah satunya dirasakan pedagang kelapa, Warsito warga Ponorogo. Warsito mengaku omzet dagangannya mengalami kenaikan dibanding sebelum pagar dibongkar. Alasannya, para pemebeli dengan mudah masuk ke dalam pasar Eks Stasiun Ponorogo itu.

"Alhamdulillah saya dan pedagang lainnya sekarang bisa bernafas lega. Sejak pagar dibongkar pembeli mudah menjangkau ke lapak pedagang. Secara otomatis pendapatan saya juga mengalami kenaikan," ujarnya kepada republikjatim.com, Kamis (11/03/2021).

Baca juga: Adu Argumen di Tipikor Surabaya, Jaksa KPK Tolak Eksepsi Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko

Warsito menambahkan jika saat ini harga kelapa mengalami penurunan. Hal ini dipicu wilayah pemasok kelapa musim panen. Akan tetapi, omzet penjualannya tetap mengalami kenaikan dua kali lipat.

"Kalau dulu sebelum pagar pasar dibongkar saya menghabiskan 700 buah kelapa sudah kesulitan. Sekarang sejak dibongkarnya pagar pasar ini setiap hari minimal 1.000 kelapa terjual," ungkapnya.

Baca juga: Sidang Perdana Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Dkk Mulai Disidangkan, Kerahkan 12 Pengacara Kondang

Warsito menegaskan jika saat ini harga kelapa menurun dengan rincian di Pacitan misalnya. Jika sebelumnya harganya Rp 5.500 per kelapa, sekarang tinggal dihargai Rp 4.500 per kelapa.

"Tidak masalah, yang penting pembeli berdatangan," tandasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru