Sidoarjo (republikjatim.com) - Pelaksanaan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bakungpringgondani, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo kurang 3 hari. Karena itu, Panitia Pelaksana (Panpel) menggelar tahapan pemaparan visi dan misi Calon Kepala Desa (Cakades) Dalam Pilkades Serentak Tahun 2020 di Pendopo Balai Desa setempat, Rabu (16/12/2020) malam.
Dalam kegiatan ini dihadiri 5 Cakades. Selain itu dihadiri Plt Camat Balongbendo Akhmad Farkhan Djazuli, Pj Kades Bakungpringgondani Riadi, Ketua BPD Agus, Ketua Panitia Pilkades Prayitno, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan jajarannya serta para pendukung simpatisan 5 Cakades. Acara ini tetap menjalankan protokol kesehatan.
Kelima Cakades yang bakal bertanding memperebutkan tahta menjadi Kepala Desa itu, yakni Eko Hadi Susilo nomor urut 01, Ketang nomor urut 02, Rudy Wuryanto nomor urut 03, Sugiadi nomor urut 04 dan Sa'i nomor urut 05. Sedangkan, mantan Kepala Desa Eko Hadi Susilo mencalonkan Calades lagi dalam Pilkades Serentak Tahun 2020 ini.
Pj Kades Bakungpringgondani, Riadi mengatakan pemaparan visi dan misi Cakades kali ini tidak ada sesi tanya jawab. Hal ini karena tahun ini kondisi pandemi Covid-19. Selain itu, visi dan misi ini merupakan pijakan awal Kepala Desa (Kades) dalam menyusun RPJMDes selama 6 tahun menjabat Kades yang dituangkan dalam dokumen RPJMDes.
"Memang proses pencoblosan Pilkades serentak tahun ini tidak di balai desa. Karena situasi pandemi Covid-19, maka proses pencoblosan sama seperti Pilkada 09 Desember (kemarin)," ujarnya.
Riadi mengajak semua warha untuk mensukseskan Pilkades ini dengan berpartisipasi aktif dan menjaga kerukunan dan keamanan desa. Yakni dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar.
"Jangan sampai tidak menyapa dengan tetangga (saudara) karena beda pilihan. Siapa pun yang terpilih jadi Kades kita hargai (hormati). Kalau dirunut toh Cakades ini masih ada hubungan keluarga (kerabat)," pintahnya.
Wakil Ketua Panitia Pilkades Bakungpringgondani, Ngatiyat visi dan misi sudah disampaikan dengan tema mengenai Covid-19 yang berdampak pada sosial ekonomi desa. Visi dan misi ini program kerja selama 6 tahun kedepan yang dibingkai dalam tema untuk pertumbuhan dampak pandemi Covid-19.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Secara umum mengenai semua visi dan misi tersampaikan. Tapi tatanan orang pedesaan cukup simpel. Ada beberapa yang cukup mantap penyampaian visi dan misi. Tapi, pandangan masyarakat itu tidak menjual program tapi figur," tegasnya.
Akan tetapi, kata Ngatiyat, program itu sebenarnya penting bagi anak-anak muda. Karena memilih pemimpin itu bisa dilihat dari penyampaian program visi dan misi. Bagi Ngatiyat, tingkataan desa masih banyak pemilih tradisional yang hanya melihat sosok figur atau latar belakang kehidupannya. Kecuali yang dari golongan milenial yang bisa menangkap menerima program visi dan misi.
"Kami memastikan surat suara yang kami terima dari percetakan sebelum kami lipat kami sorter satu per satu. Jangan khawatir petugas kita sudah cek satu per satu (kemarin) dari percetakan. Kalau ada yang rusak (jelek) dipinggirkan satu per satu begitu juga sebelum dilipat," jelasnya.
Ngatiyat menghimbau, jadilah pemilih yang cerdas sebelum membuka surat suara teliti dan lihat dulu.
"Barangkali ada yang rusak (cacat) segera minta tukar ke petugas KPPS yang ada di TPS," paparnya.
Sementara Plt Camat Balongbendo Akhmad Farkhan Djazuli meminta agar panitia masing-masing TPS menyediakan jam dinding sebagai acuan saat mulai mencoblos dan selesai mencoblos. Begitu juga saat perhitungan suara dimulai.
"Ini agar satu pintu melihat waktu. Cukup lihat jam dinding yang ada di TPS yang sudah disepakati bersama petugas KPPS dan saksi," pungkasnya. Sementara jumlah TPS yang ada di Desa Bakungpringgondani ada 6 TPS dengan total 2.906 DPT. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi