Lembur Hingga Malam Selesaikan Laporan Keuangan, Pj Bupati Sidoarjo Motivasi Staf Kantor BPKAD

republikjatim.com
MOTIVASI - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono memotivasi pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Sidoarjo yang lembur setiap hari di akhir masa tahun, Selasa (08/12/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mendadak mendatangi kantor Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Sidoarjo, Selasa (08/12/2020) malam. Kedatangan Hudiyono ini, untuk menyambangi staf BPKAD yang kerja lembur hingga malam hari.

Terlihat puluhan staf BPKAD Pemkab Sidoarjo sedang berjibaku menyelesaikan laporan keuangan akhir atahun 2020. Kedatangan Pj Bupati Sidoarjo ini untuk memberi semangat dan motivasi kerja staf di Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi dalam menyelesaikan tugas-tugas laporan keuangan yang rutin menumpuk di setiap akhir tahun itu.

Baca juga: Sedia Payung Sebelum Hujan, Musim Kemarau Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai dan Afvoer Pemicu Banjir

Setiap hari para staf ini lembur hingga pukul 22.00 WIB. Hal ini, karena harus menyelesaikan laporan yang masuk dari berbagai dinas. Perhari rata-rata ada 250 berkas yang diselesaikan. Hudiyono pun mengecek progres laporan keuangan di BPKAD karena terkait realisasi penyerapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca juga: Diduga Cemari Lingkungan, Aduan Warga Direspons Cepat DPRD Sidoarjo dengan Sidak Bengkel Karoseri di Balongbendo

"Silpa tahun lalu, kurang lebih ada Rp 1,3 triliun. Target kami kalau bisa turun dibawah Rp 1 triliun," ujar Hudiyono.

Hudiyono juga menerima keluhan dan masukan dari staf BPKAD. Hal ini karena laporan keuangan dari seluruh OPD yang masuk selalu menumpuk di setiap akhir tahun. Hal itu, akan dievaluasi, karena jika terus seperti ini potensi Silpa akan terus tinggi.

Baca juga: Fortasi 2026, Kepala Smamda Sidoarjo Beber Fasilitas Megah, Target Siswa Berwawasan Global Raih Prestasi Internasional

"Tapi kenyataan sekarang ini harus dihadapi. Beberapa OPD yang penyerapannya masih rendah, harus dicari solusi bersama. Agar tahun ini nilai Silpa bisa turun dari tahun lalu. Begitu juga dengan BPKAD. Kalau jumlah staf terbatas bisa mengajukan bantuan staf ke BKD untuk membantu mempercepat proses penyelesaian laporan keuangan ini," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru