Arzeti Gandeng BPOM Edukasi Warga Sidoarjo Soal Pengawasan Obat dan Makanan Sehat

republikjatim.com
SOSIALISASI - Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menggandeng BPOM mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan obat dan makanan dalam reses anggota DPR RI Dapil I Surabaya-Sidoarjo di kantor Bakesbangpol Pemkab Sidoarjo kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Anggota komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengedukasi masyarakat Sidoarjo mengenai pentingnya pengawasan obat dan makanan. Acara sosialisasi dalam rangka reses anggota DPR RI Dapil I Surabaya-Sidoarjo ini diselengarakan di kantor Bakesbangpol Pemkab Sidoarjo.

Hadir dalam kesempatan ini narasumber Kepala Bidang Pengujian BPOM Surabaya, Puryani dan FKUB Sidoarjo. Para peserta sangat antusias mendengar pemaparan materi yang disampaikan politisi PKB ini.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

"Dalam kesempatan ini, kami bakal membahas untuk memutus mata rantai Covid-19. Kami mensosialisasikan kepada keluarga agar menjaga kesehatan," ujar Arzeti Bilbina kepada republikjatim.com, Senin (30/11/2020).

Politisi yang dikenal sebagai artis dan peragawati ini menjelaskan pihaknya sosialisasi bagaimana menjadi masyarakat cerdas. Akan tetapi, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk keluarga dan lingkungan kita semua. Yakni agar kita bisa memahami memilih obat dan makanan yang baik.

"Jangan sampai kita memilih makanan salah. Masyarakat harus mengetahui makanan yang sehat. Yakni makanan yang tidak ada bahan pengawet ataupun bahan yang dilarang semacam borax," imbuhnya.

Bahkan lanjut Arzeti setiap keluarga juga harus mulai membiasakan mengkonsumsi makanan sehat, mengkonsumsi vitamin dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh serta memilih obat yang tepat ketika sakit. Bahkan jika anggota keluarga sakit, bagaimana cara mendapatkan obat yang aman. Bagi Arzeti hal itu ada tipsnya. Diantaranya beli obat di sarana pelayanan kesehatan (kefarmasian) resmi, beli obat keras harus menggunakan resep dokter, hati-hati penawaran online dari sumber dan keaslian yang tidak diketahui, beli obat dan vitamin secukupnya serta jangan lupa selalu cek Kemasan, Label, Izin edar, Kadaluarsa (KLIK).

Baca juga: DPRD Sidoarjo Seriusi Penyelesaian Polemik Batas Tanah Fasum Warga Kemiri dan Dinas Kehutanan Pemprov Jatim

"Tips ini penting, tapi belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik pada diri sendiri maupun untuk keperluan keluarga karena kurangnya perhatian (awareness) kita," tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pengujian BPOM Surabaya, Puryani menegaskan untuk mewujudkan obat dan pangan yang aman, BPOM menerapkan sistem pengawasan 3 pilar. Yakni BPOM (Pemerintah), Masyarakat dan Industri.

"Pemerintah melalui pengawasan sebelum dan setelah produk pangan beredar. Masyarakat harus cerdas dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi serta dalam menyikapi informasi yang beredar. Sementara Industri harus menjamin mutu, manfaat dan khasiat pangan yang dihasilkan dengan menerapkan cara produksi yang baik," paparnya.

Baca juga: Perkuat Program Partai, Ratusan Kader PKB Sidoarjo Digembleng Melek Medsos dan Kuasai Dunia Digital

Untuk itu, kata Puryani sebagai komitmen dalam mendukung sosialisasi untuk melindungi diri dan keluarga dengan memilih obat yang aman, berkhasiat dan bermutu, BPOM bekerjasama dengan Komisi IX terus menggalakkan kegiatan komunikasi, edukasi dan informasi ke masyarakat.

"Terutama dalam mensosialisasikan pentingnya nomor ijin edar, logo obat, bahayanya membeli obat bukan di apotek atau toko obat (untuk obat bebas) dan bahayanya membeli obat keras tanpa resep dokter serta bahayanya obat kadaluarsa," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru