Ponorogo (republikjatim.com) - Warga Ponorogo digegerkan dengan ditemukannya bocah kelas 4 SD terseret arus sungai Trasakan, Keluarahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Senin (23/11/2020) sore. Korban tewas terseret arus sungai saat mandi berempat bersama teman-temannya di sungai yang mendadak banjir bandang kiriman itu.
Korban yang meninggal dunia karena terseret arus sungai itu Muhammad Hilmi Ibrahim (8) siswa kelas 4 SD kelurahan setempat.
"Saat ditemukan warga korban sudah meninggal dunia di lokasi cukup jauh dari lokasi awal korban tenggelam," ujar Kapolsek Babadan, Iptu Yudi Kristiawan kepada republikjatim.com, Senin (23/11/2020).
Yudi menceritakan, awalnya korban bersama ketiga temannya mandi bersama di sungai yang berada di lingkungan Krasakan itu. Ketiga teman korban selamat yakni Hiban (12), Ifan (11) dan Noval (11). Ketiganya masih pelajar dan beralamat yang sama dengan korban.
"Saat korban dan teman-temannya sedang mandi di tengah sungai, tiba-tiba datang air bah (banjir) secara mendadak. teman-teman korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai. Ketiga teman korban berhasil ditolong saksi Wito (40) dan Sikem (50) yang masih tetangga korban," imbuhnya.
Baca juga: Diduga Korban Tabrak Lari, Pria Pengendara Motor Asal Bakung Pringgodani Balongbendo Tewas di TKP
Kemudian, Wito dan Sikem meminta bantuan kepada warga sekitar untuk menolong korban. Sebagian lagi warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Babadan. Usai mendapat laporan, anggota Polsek Babadan dan warga sekitar menyisir sungai untuk mencari korban. Sekitar pukul 15.15 WIB korban berhasil ditemukan.
"Korban berhasil ditemukan di sungai Jarakan, Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo dalam kondisi sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Harjono Ponorogo untuk proses visum. Karena tak ada bekas penganiayaan jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi