Ponorogo (republikjatim.com) - Nasib nahas dialami Gunari (80) warga Dusun Glodek, Desa Wagirlor, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Kakek tua yang sempat dikabarkan tidak pulang dalam 5 hari terakhir itu, mendadak ditemukan tewas membusuk di dalam jurang sedalam 10 meter di desa setempat.
Paur Humas Polres Ponorogo, Ipda Yayun Sriwiningrum berdasarkan keterangan keluarganya, korban pergi dari rumah sejak Rabu (04/11/2020) lalu. Karena tak kunjung pulang, pihak keluarga dan tetangga berusaha mendatangi rumah sanak, saudara dan kerabat, tapi tetap tidak menemukan korban.
"Lima hari lalu, korban meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan siapa pun. Tiga hari kemudian keluarga mencari ke rumah saudaranya di Desa Banaran, Kecamatan Pulung dan ke Kecamatan Sawoo karena korban sebelumnya sering pergi ke rumah itu, selama berhari-hari tanpa pamitan. Tapi, setelah dicari tidak ditemukan dan tidak ada yang tahu keberadaanya," ujar Yayun kepada republikjatim.com, Rabu (11/11/2020).
Selanjutnya, kata Yayun Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban Tumiati pergi ke kebun milik korban untuk mencari buah pucung yang terletak di dekat jurang. Saksi sontak kaget saat mencium aroma membusuk dan melihat ke dalam jurang ada kaki korban. Seketika itu, saksi meminta tolong warga sekitar. Saksi bersama warga mengecek ke dalam jurang dan ditemukan korban sudah meninggal dunia dalam keadaan membusuk.
"Usai memastikan korban meninggal, saksi akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngebel untuk penanganan dan mengevakuasi korban," imbuhnya.
Sementara berdasarkan hasil olah TKP petugas Polsek Ngebel, tim Inafis Polres Ponorogo dan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban. Korban diduga tewas karena terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 10 meter dan sempit itu.
"Atas musibah ini pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan tidak menuntut untuk diotopsi. Di TKP, petugas mengamankan barang bukti kaos lengan pendek berlogo Partai Demokrat, celana pendek warna hitam yang dikenakan korban serta ditemukan sabit di samping korban. Selain itu, ditemukan satu potong sarung motif kotak-kotak yang semuanya milik korban," pungkas mantan anggota Propam ini. Mal/Waw
Editor : Redaksi