Sidoarjo (republikjatim.com) - Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar terhadap lingkungan yang asri dan nyaman cukup serius. Paslon nomor urut 1 yang diusung 5 partai ini, berencana bakal menertibkan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) yang ada di perumahan di Sidoarjo.
Hal ini agar Fasum dan Fasos itu, bisa dibangun dan dikelolah warga sekitar untuk kelestarian lingkungan. Salah satunya dijadikan lahan tanaman hidroponik. Hal ini bakal menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat (pribadi) di Sidoarjo.
"Saya mengapresiasi tanaman sayur hidroponik di Fasum perumahan ini. Padahal ini di tingkat RT. Tentu program penghijauan tanaman hidroponik ini bakal menanbah RTH private di Sidoarjo. Nanti akan digalakkan saat BHS - Taufiq menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Kami harap RTH di Sidoarjo lebih dari 30 persen karena masuk wilayah industri. Jangan seperti sekarang baru 8 persen RTH dari jumlah luasan lahan di Sidoarjo," ujar Cabup BHS kepada republikjatim.com, Rabu (28/10/2020) petang saat berkunjung ke Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Pesona Hijau, Perumahan Graha Pesona, Desa Modong, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.
Selain itu, kata BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, pihaknya semakin mengapresiasi saat tanaman yang ditanam di lahan hidroponik itu adalah tanaman sayur-sayuran yang mengandung banyak gizi. Dengan begitu BHS meyakini di lingkungan sekitar itu, tidak bakal banyak generasi stuntingnya.
"Kami yakin masyarakat sekitar sini tak ada genetasi stuntingnya. Karena makanan dan lingkungannya penuh gizi. Kita semua harus mengentaskan generasi stunting di Sidoarjo," imbuhnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Untuk itu, lanjut Alumnus Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, semua Fasum dan Fasos di perumahan wajib memenuhi syarat 30 persen dari lahan perumahan. Bahkan jika Fasum dan Fasos itu sesusia masanya harus dikembalikan ke Pemkab Sidoarjo dan masyarakat. Hal ini agar pembangunan Fasum dan Fasosnya dapat dikembangkan lantaran selama ini yang tak diserahkan pengembang cenderung mangkrak.
"Sekaligus agar fasum dm fasos itu bisa dibiayai Pemkab Sidoarjo perbaikan dan pengembangannya. Agar semua warga perumahan bisa berinovasi untuk pengembangan fasum dan fasos. Makanya, pengembang akan kami dorong mempercepat penyerahan fasum dan fasosnya. Karena kalau tak diserahkan ke Pemkab Sidoarjo maka pemerintah dan rakyat tak bisa berbuat apa-apa dan cenderung menjadi mangkrak," tegasnya.
Sementara Ketua RT 02 RW 05, Perum Graha Pesona, Desa Modong, Agus menegaskan jika penanaman sayuran hidroponik itu, sudah dirintisnya bersama KRPL Pesona Hijau sejak 2 tahun lalu dengan cara sederhana. Kemudian keuntungan penjualan sayuran akan digunakan menambah pot hidroponik hingga menjadi agar besar seperti sekarang ini. Akan tetapi, dirinya dan warga RT butuh support dan dorongan pemerintah Sidoarjo.
"Kami sangat senang kalau kegiatan bagus membuat lingkungan hijau dan demi kesehatan harus didukung. Karena selama ini, Dinas Pertanian belum melihat atau pun memberikan bantuan. Kami belajar di internet dan youtube. Kami sangat ingin maju, kami butuh bimbingan modal, pemasaran dan pembinaan. Karena sayuran hidroponik juga bisa dikonsumsi warga sekitar. Harganya agak mahal karena proses organiknya dijamin kebersihan dan kesehatannya," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi