Sidoarjo (republikjatim.com) - Konsolidasi yang digelar Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Subandi di wilayah perbatasan justru diluar perkiraan. Warga Kecamatan Tarik, selain mengeluhkan minimnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) hingga menyulitkan pengelolaan sampah, juga mengeluh soal infrastruktur jalan rusak di wilayah yang berbatasan dengan Mojokerto itu.
Apalagi, selama ini sampah-sampah rumah tangga itu dibuang di sepanjang jalan Tarik - Mojokerto.
"Selama ini, Sidoarjo sudah beberapa kali meraih Piala Adipura. Bahkan hingga Adipura Kencana. Tapi, masalah sampah masih berserakan di pinggir jalan desa. Seperti di Jalan Desa Sebani. Hal itu karena tidak adanya TPST itu," terang salah seorang warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Mochamad Fahmi saat ikut konsolidasi pemenangan Gus Muhdlor-Subandi, di Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Senin (12/10/2020) petang.
Lebih jauh, Fahmi menjelaskan persoalan penumpukan sampah di pinggiran jalan umum itu, sudah beberapa kali dibahas di forum Musyawarah Desa (Musdes) maupun dirapatkan melibatkan pihak kecamatan. Namun realisasi penanganannya tetap berjalan sangat lamban.
"Kami pasti akan mendukung Gus Muhdlor - Subandi. Tapi, kami berharap saat Gus Muhdlor jadi Bupati Sidoarjo, memperhatikan soal penanganan dan pengelolaan sampah itu," imbuhnya.
Selain itu, Fahmi juga mengeluhkan soal infrastruktur jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Sidoarjo Barat (Tarik). Alasannya, selama ini wilayah Tarik dan sekitarnya seolah-olah dianaktirikan oleh Pemkab Sidoarjo.
"Contohnya kondisi jalan di Dusun Blijo (Desa Sebani) ini sudah tidak layak dan bisa membahayakan pengguna jalan. Ini harusnya segera diperbaiki, karena merupakan jalan alternatif menuju Mojokerto dan sebaliknya. Jalan ini paling cepat menuju Mojokerto. Pernah diperbaiki, kini sudah rusak lagi. Kalau musim hujan, jalan makin susah dilewati," urainya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Menanggapi sejumlah keluhan warga di wilayah perbatasan itu, Cabup Sidoarjo, Gus Muhdlor mengaku pihaknya bersama Cawabup Subandi sudah menyiapkan penanganan sampah melalui TPST. Begitu juga soal infrastruktur jalan dan PJU. Program itu untuk mewujudkan lingkungan sehat dan tidak kumuh serta demi keselamatan pengguna jalan.
"Saat ini jumlah TPST se Sidoarjo kurang lebih 108 titik (desa). Padahal jumlah desa/kelurahan ada 353. Dari jumlah 108 TPST, yang beroperasi secara penuh 86 TPST. Makanya, nanti akan kami siapkan minimal setiap desa 1 TPST," tegasnya.
Menurut alumnus FISIP Unair Surabaya ini saat diamanahi memimpin Sidoarjo, pihaknya bakal mewujudkan satu desa satu TPST. Selain itu, minimal setiap kecamatan ada TPST kawasan. Manfaat TPST Kawasan ini, bukan hanya sekedar sebagai tempat memilah sampah. Akan tetapi juga dimanfaatkan untuk pengelolaan juga disiapkan dengan berstandar Internasional.
"Soal infrastruktur jalan di Tarik yang belum setahun sudah rusak, ke depan bakal diperbaiki dengan cara dicor menjadi jalan beton," jelas Cabup Alumnus SMAN 4 Sidoarjo yang berpasangan dengan Cawabup Subandi ini.
Tidak hanya itu, lanjut CEO Sidoresik ini, untuk merespon dan menindaklanjuti keluhan warga Sidoarjo, Paslon nomor urut 2 ini menyiapkan pelayanan pengaduan respon cepat 24 jam (Call Center).
"Bagi warga yang ingin menyampaikan keluhannya bisa mengadu disitu. Call Center ini terintegrasi dengan stakeholders pelayanan mulai puskesmas, rumah sakit, kepolisian, layanan PDAM, layanan listrik dan pelayanan kependudukan (KTP, Akte kelahiran dan KK)," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi