Jurus Jitu Gus Muhdlor - Subandi Saat Pandemi, Siapkan 100.000 Lapangan Kerja Berkonsep Pentahelix

republikjatim.com
UMKM - Cabup Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) saat mengunjungi Sentra Industri Sayangan di Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Sidoarjo beberapa waktu lalu untuk menggali permasalahan pengembangan UMKM alat-alat rumah tangga.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ada banyak program yang bisa ditawarkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo dalam upaya menarik simpati warga dan memenangkan kontentasi Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020 mendatang. Salah satunya dengan menawarkan program yang dianggap paling solutif dan jitu saat pandemi Covid-19.

Hal ini seperti program yang ditawarkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Subandi. Paslon yang keduanya merupakan putra daerah Sidoarjo ini, menawarkan 17 program unggulan.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Salah satunya adalah program 100.000 lapangan pekerjaan baru. Untuk memenuhi target pembukaan lapangan kerja itu, Paslon nomor urut 2 ini menerapkan konsep Pentahelix. Yakni kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah daerah, swasta (investor), akademisi (lembaga pendidikan), masyarakat dan media.

"Kami siapkan 100.000 lapangan kerja baru itu, sesuai berdasarkan hasil survei keinginan warga Sidoarjo saat ini. Sejak adanya pandemi (Covid-19) yang dibutuhkan warga Sidoarjo tidak muluk-muluk. Warga hanya butuh sembako murah dan bisa bekerja dengan nyaman. Beda saat survei Januari - Maret semua warga berkinginan Sidoarjo seperti Surabaya," ujar Cabup Sidoarjo, Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Selasa (13/10/2020).

Apalagi, saat ini terdapat banyak pekerja yang dirumahnya alias mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan resesi ekonomi secara nasional dalam kisaran 5 persen. Bahkan di Sidoarjo sendiri, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tahun 2019 mencapai 5,56 persen.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Kami yakin progam 100.000 lapangan kerja baru, akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Sidoarjo. Karena prosentase penduduk miskin Tahun 2019 masih sebesar 6,36 persen. Efek lainnya kalau dari program 100.000 lapangan pekerjaan baru bisa menurunkan angka kriminalitas," imbuh Alumnus Fisip Unair Surabaya ini.

Bagi Gus Mubdlor pembukaan lapangan 100.000 lapangan kerja baru itu bakal direalisasikan dengan menerapkan konsep Pentahelix. Yakni melibatkan sinergitas antara pemerintah daerah, swasta (investor), akademisi (Lembaga Pendidikan), masyarakat dan media.

"Dasar perekonomian Sidoarjo sangat mendukung penciptaan lapangan kerja baru ini melalui sinergisitas konsep Pentahelix itu. Ditambah kolaborasi program lainnya. Diantaranya 20.000 UMKM naik kelas, 2.000 warung rakyat direnovasi, Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta, 10.000 bea siswa kuliah dan reformasi perizinan untuk bisnis kondusif," tegas Alumnus SMAN 4 Sidoarjo ini.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Selama ini, kata Cabup PKB nomor urut 2 ini, struktur perekonomian Sidoarjo yang bertumpu pada sektor Industri pengolahan sebesar 47,80 persen, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,31 persen, transportasi dan pergudangan 11,25 persen dan sisanya jenis industri lainnya. Hal ini sebagai bukti basis perekonomian di Sidoarjo sangat kuat.

"Ditambah pembinaan usaha mikro, kebijakan kemudahan investasi daerah bagi perusahaan yang berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal, berkoordinasi dengan Pemprov dan instansi vertikal lain untuk Pembinaan Sekolah Vokasi (SMK/D3) agar fokus penguatan skill calon lulusan sesuai kebutuhan perusahaan," tandas Direktur Pendidikan Pesantren Bumi Sholawat. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru